Catalyst E2 Bus
Bus Catalyst E2 mencatatkan rekor sebagai kendaraan elektrik dengan jarak tempuh terjauh

Tantangan terbesar bagi pengembang kendaraan elektrik adalah jarak tempuh yang kalah saing dengan mobil berbahan bakar fosil. Ditambah lagi jumlah stasiun pengisian listrik yang cukup terbatas memaksa mobil dengan slogan “ramah lingkungan” tersebut hanya mampu menjangkau wilayah terbatas.

Perusahaan bus elektrik asal Amerika Serikat, Proterra meluncurkan Catalyst E2 pada 2015 lalu dan mampu menempuh 400 kilometer dalam satu kali pengisian. Kemudian setahun setelahnya, bus dengan kapasitas 660 kWh tersebut kembali mencatatkan rekor terbaiknya dengan berjalan sejauh 966 kilometer.

Tahun ini Proterra mengumumkan bahwa pihaknya telah mengemudikan Catalyst E2 sejauh 1.101 mil atau sekitar 1.773 kilometer, jangkauan yang memungkinkan bus berjalan dari Jakarta ke Surabaya pulang pergi dan masih menyisakan banyak energi. Menurut perusahaan, rekor ini belum pernah dicapai oleh kendaraan listrik mana pun.

Catalyst E2 Bus
Rekor sebelumnya dicapai oleh mobil listrik berukuran kecil bernama Schluckspecht E

Sementara itu pencapaian di atas 1.000 mil sebelumnya pernah dilakukan oleh mobil listrik bernama Schluckspecht E, buatan University of Applied Sciences. Meski berbeda tipis tetapi Proterra patut lebih bangga sebab bus yang mereka rancang 46 kali lebih berat dari mobil listrik tersebut.

Ryan Popple, CEO Proterra mengatakan ia sangat yakin bahwa kendaraan elektrik adalah masa depan, dan pasar saat ini sedang mengarah kesana. “Sejauh yang kami lihat banyak pemain lama dan perusahaan yang beralih ke kendaraan elektrik, sudah sangat jelas bahwa masa depan seluruhnya adalah elektrik,” ujarnya.

Seiring keberhasilan ini Proterra masih terus mengembangkan Catalyst E2, salah satunya dengan mengimplementasikan teknologi self-driving. Pada akhirnya bus akan lebih hemat biaya, efisien dalam konsumsi energi, serta menunjang keamanan.