Selain daratan, wilayah perairan juga tak luput dari sampah yang disebabkan ketidaktaatan oknum untuk mengolah limbah sampah mereka terlebih dahulu. Ditambah lagi kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di sungai dan akhirnya juga mencemari lautan.
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa organisasi dan komunitas secara sukarela membersihkan sampah di beberapa titik. Namun ternyata cara yang selama ini digunakan tidak efektif.
Volume bertambahnya sampah tidak seimbang dengan jumlah sampah yang berhasil diangkut. Sebuah organisasi yang bernama The Ocean Cleanup punya cara yang menarik untuk mengatasi masalah ini.
The Ocean Cleanup
Sebuah penghalang yang membentang hingga ratusan kilometer, mencegah sampah hanyut lebih jauh.
Konsepnya, sebuah lengan penghalang sepanjang 100 kilometer akan berfungsi untuk menghalangi pergerakan sampah dari muara ke lautan lepas.
Ketika sampah terkurung maka giliran arus laut yang secara alami akan menggiring pada satu titik dimana penampungan sampah tersedia.
Menariknya, jika konsep ini berhasil, maka proses pembersihan samudera yang seharusnya memakan waktu ribuan tahun kini bisa dilakukan hanya dalam beberapa tahun.
The Ocean Cleanup
Sebelumnya, konsep ini lebih banyak menggunakan simulasi komputer dibanding percobaan nyata.
Pada Desember lalu, proyek The Ocean Cleanup telah mengumumkan rencana untuk menguji konsep ini di lepas pantai Belanda. Penghalang sepanjang 100 meter diujicobakan untuk memantau gerakan dan beban penghalang.
Tim yang dipimpin oleh Boyan Slat ini telah mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Belanda dan pihak lain sebesar $1,7 juta.
Akhirnya, The Ocean Cleanup segera memasang penghalang sepanjang 100 kilometer antara Hawaii dan California. Prototipe kecil ini akan dibentangkan beberapa bulan mendatang.

 

Sumber: Theoceancleanup