Lily Drone, Lily Camera, Lily Camera Indonesia, Drone Otomatis

Beberapa tahun yang lalu brand drone bernama Lily sempat viral di media sosial. Dalam waktu singkat produk drone otomatis tersebut mendapat jutaan view hingga pada akhirnya menarik calon konsumen untuk membeli.

Namun sungguh disayangkan, setelah mendapat $34 juta dari 60.000 pembeli pre-order, perusahaan dibalik Lily resmi dimatikan akibat masalah finansial.

Kabar ini dirilis di situs resmi Lily dalam artikel berjudul The Adventure Comes to an End. Antoine dan Balaresque selaku founders Lily mengaku memiliki masalah keuangan dalam proyek ini.

Lily Drone, Lily Camera, Lily Camera Indonesia, Drone Otomatis
Meski mendapat pemasukan yang amat besar, perusahaan tak luput dari masalah keuangan

Sebelumnya drone tersebut ditawarkan memiliki kemampuan otomatis. Kamu hanya perlu melemparnya ke udara maka ia akan terbang dan mengambil gambar spektakuler dari udara.

Dalam video promosinya Lily juga memamerkan kemampuan waterproof dan daya tahan baterai hingga 20 menit penerbangan.

Setelah pengembangan yang terbilang terlalu lama, akhirnya Lily harus menutup perjuangan yang telah dilaluinya selama bertahun-tahun.

Lily Drone, Lily Camera, Lily Camera Indonesia, Drone Otomatis
Setelah pengembangan yang terasa stagnan, Lily harus bermuara pada hal yang tidak menyenangkan

Sejak pertengahan 2016 mereka telah mengalami kekurangan dana sementara di saat yang sama harus segera memproduksi Lily secara massal. Akhirnya masalah ini berujung pada kebangkrutan Lily.

Para pemesan yang telah membayar dapat melakukan refund dengan mengisi formulir yang disediakan.

Lantas ini menjadi rekam jejak buruk bagi perusahaan berbasis crowdfunding. Dan mungkin yang terburuk setelah sebelumnya Zano drone mengalami hal serupa.