Jokowi Indonesia International Motor Show 2018
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di IIMS 2018 (credit: IIMS)

Saat ini Indonesia tengah menghadapi transisi ke Industri 4.0 yang sarat dengan aplikasi internet serta didukung oleh infrastruktur ramah lingkungan. Presiden Joko Widodo Indonesia International Motor Show 2018 mengungkapkan rasa optimisnya terhadap perkembangan kendaraan elektrik di Tanah Air.

“Saya diberi tahu bahwa jumlah komponen mobil elektrik hanya sepersepuluh dari mobil (tradisional) yang kita pakai saat ini. Itu artinya jika besok semua mobil di Indonesia diganti dengan elektrik, industri otomotif akan jatuh hingga 90 persen.” kata Jokowi dikutip dari TheJakartaPost.

Sosok yang sempat menjadi walikota Solo tersebut mengatakan mobil elektrik lebih mudah dalam perawatan dibanding mobil konvensional, sebab mesinnya lebih sederhana. Meski perkembangannya lebih lambat dibanding negara lain, namun Jokowi tetap optimis terkait hal tersebut.

“Itu semua cuma prediksi dan saya tidak mempercayainya. Saya percaya dengan Industri 4.0, pertumbuhan di sektor otomotif akan meningkat dan tidak menurun,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melanjutkan pernyataan Jokowi. Ia menyebut setidaknya pada 2025, seperlima kendaraan di Indonesia sudah elektrik.

Airlangga juga mengatakan Indonesia punya sumber daya alam yang mendukung untuk produksi nikel dan kobalt sebagai bahan baku baterai.

“Kita punya produksi nikel dan kobalt murni dan teknologi baterai di masa depan akan menggunakan material tersebut. Semoga Indonesia dapat memanfaatkan ini.” kata Airlangga.

Elektrifikasi di Indonesia sudah pasti akan terjadi meski saat ini perubahannya sangat minor. Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat ini terus membangun ribuan stasiun pengisian baterai di seluruh wilayah sebagai persiapan elektrifikasi total pada 2040.