Jetpack Aviation Flying Car
Potret render mobil terbang dari Jetpack Aviation

Mesin yang lebih kuat, material ringan, dan baterai tahan lama akhirnya membuka jalan bagi perusahaan transportasi untuk memproduksi kendaraan yang sanggup terbang bahkan hanya dengan tenaga listrik.

Jetpack Aviation sebagai pionir jetpack mengumumkan proyek mobil terbang mereka. Sebelumnya perusahaan yang dipimpin David Mayman dan Nelson Tyler tersebut sukses mengembangkan jetpack dengan mesin turbin jet pertama di dunia.

Jetpack Aviation Flying Car
David Mayman dan Nelson Tyler, bersama jetpack rancangannya

Dalam wawancara dengan New Atlas, Mayman mengatakan kendaraan listriknya mampu terbang dengan kecepatan 145 kilometer per jam.

Hal ini terbilang masih dalam kecepatan yang rasional mengingat kendaraan tersebut berbasis rotor, bukan sayap. Terdapat enam rotor ganda untuk mendorongnya ke udara.

Jetpack Aviation Flying Car
Rotor ganda dapat mendorong kendaraan lebih kuat

Material yang dipilih untuk baling-baling adalah kayu. Mereka memilihnya karena lebih murah dari karbon dan mudah diperbaiki. Namun pemilihan jenis kayu masih terus dieksplorasi.

 

Durasi penerbangan diklaim akan mencapai 20 menit. Untuk tujuan tersebut Jetpack Aviation mengembangkan generator listrik sebesar kaleng namun cukup bertenaga.

Jetpack Aviation Flying Car
Durasi penerbangan akan terus dikembangkan agar lebih panjang

Dalam kondisi angin kencang potensi untuk menjungkirbalikkan kendaraan VTOL tersebut cukup besar. Maymen menyebut kendaraannya dapat bermanuver terbang stabil. Dalam kondisi terburuk, mesin akan melambat dan turun secara perlahan.

Kendaraan yang belum diberi nama ini juga akan dilengkapi sensor canggih demi memfasilitasi penerbangan dan keamanan.

Jetpack Aviation Flying Car
Salah satu tantangannya, membuat konsep ini menjadi kenyataan dalam biaya rendah

Jetpack Aviation berusaha memastikan mobil terbang pertamanya dapat dijangkau dengan biaya serendah mungkin.

Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, mobil terbang masih dalam tahap embrio. Tidak mudah membuatnya terwujud, namun sejarah membuktikan sudah banyak teknologi lahir yang berawal dari lembaran fiksi ilmiah.