Pesawat Pemadam Kebakaran
Dengan pesawat autonomous, proses pemadaman kebakaran bisa dilakukan lebih cepat (credit: Thrush Aircraft)

Saat terjadi kebakaran hutan, umumnya pihak pemadam akan mengerahkan pesawat yang memuat tangki air untuk menyiramnya dari udara. Tetapi mekanisme ini tidak bisa dilakukan di malam hari karena regulasi, dengan demikian pemadam harus menunggu hingga siang hari untuk segera beroperasi. Sayang, api sudah lebih luas menyebar dari sebelumnya.

Perusahaan pesawat terbang, Thrush Aircraft menjawab solusi ini dengan mengembangkan pesawat (UAV) pemadam tanpa awak. Menurut perusahaan, bodi pesawat yang digunakan berasal dari model 510G yang pernah mereka produksi sebelumnya.

Pesawat pemadam nirawak dapat membawa air dalam volume cukup besar, yakni 800 galon atau sekitar 3.000 liter yang langsung ditumpahkan di titik api. Selain itu, pesawat juga menyediakan data real-time kepada kru yang bertugas di darat untuk memantau penyebaran kebakaran.

Sensor seperti kamera panas, kamera pemetaan, dan perangkat komunikasi dapat memudahkan memetakan intensitas api secara akurat, serta potensi persebarannya. Thrush Aircraft telah bekerjasama dengan Drone America dalam proyek ini.

“Kolaborasi dengan Drone America sekarang memberi kami kemampuan untuk meningkatkan armada pemadam kebakaran bahkan lebih,” kata Payne Hughes, CEO Thrush Aircraft.

Menurutnya, aplikasi lain selain memadamkan api adalah membantu mengirim bantuan di daerah bencana, misi kemanusiaan, patroli maritim, hingga transportasi kargo ke daerah terpencil.