Belakangan ini perusahaan yang bergerak di bidang transportasi darat, khususnya mobil tengah mengembangkan teknologi self-driving alias mobil tanpa sopir.
Meskipun terbilang baru, namun perusahaan asal Belanda, CNH Industrial “pamerkan” kendaraan industri barunya yang juga mengimplementasikan teknologi self-driving.
CNH Industrial mengumumkan traktor self-driving pada 30 Agustus lalu di ajang Farm Progress Show 2016 di Boone, Amerika Serikat. Mereka juga telah menyiapkan konsep utuh traktor tersebut.
Ketiadaan sopir otomatis menghapus kabin
Perangkat yang digunakan untuk membaca kondisi lingkungan tak jauh berbeda dengan yang ada pada mobil self-driving. Traktor ini memiliki radar, LiDar, dan kamera yang mampu mendeteksi halangan.
Sementara itu petani memantau kinerja traktor lewat komputer, tablet, atau perangkat mobile lainnya. Jika ada sebuah batu yang tidak memungkinkan untuk dilewati sementara jalur tidak boleh berubah, maka menjadi tanggungjawab petani untuk memindahkannya.
Petani hanya perlu memantau dan mengontrol dari jarak jauh
Selain memanen, traktor juga memungkinkan untuk menabur benih, bahkan menggemburkan tanah. Satu kelebihan lainnya, traktor ini dapat bekerja dalam kondisi cuaca apapun dan kapanpun.
Sebelum beraksi, ladang pertanian harus dipetakan terlebih dahulu agar traktor dapat menentukan jalur yang benar dalam menjalankan kegiatannya. Tentu saja traktor juga sudah melibatkan GPS untuk mencatat lokasinya secara real-time.
Traktor self-driving diklaim lebih produktif dibanding traktor konvensional
Diperkirakan keberadaan traktor ini sangat diminati oleh petani dengan ladang luas. CNH Industrial belum menjelaskan terkait kapan traktor otomatisnya akan dilepas.

Namun melihat perkembangan teknologi self-driving yang begitu cepat, bukan tidak mungkin CNH Industrial bakal melepas traktor ini dalam beberapa bulan ke depan.