Rocket Lab Its Business Time
Roket Electron milik Rocket Lab yang meluncur pada Januari kemarin

Selain SpaceX, perusahaan antariksa lain yang sangat diperhitungkan adalah Rocket Lab. Didirikan pada 2006, Rocket Lab berhasil meluncurkan roket Electron pada Januari kemarin. Kini, perusahaan siap menerima orderan menuju orbit Bumi.

Perusahaan Amerika yang memiliki basis peluncuran di New Zealand ini berencana mengirim muatan milik perusahaan Spire Global pada 20 April mendatang. Lebih jauh, roket yang digunakan adalah Electron dengan julukan “It’s Business Time” yang berarti “Waktunya Berbisnis”.

Rocket Lab sendiri berhasil mengorbitkan satelit pada percobaan kedua bulan Januari kemarin. Peluncuran kedua itu menggunakan inisial nama “Still Testing” meski sebetulnya mereka juga membawa muatan pesanan perusahaan lain dan satelit bintang buatan.

Rocket Lab Launch Site
Lokasi peluncuran milik Rocket Lab yang disebut-sebut paling indah di dunia

Meski terbilang masih anak baru, namun Rocket Lab telah mengimplementasikan integrasi vertikal dalam produksi roketnya. Pihaknya menggunakan printer 3D untuk hampir seluruh bagian roket, termasuk mesin pendorong Rutherford.

Dengan metode itu, Rocket Lab mampu memproduksi satu unit roket Electron seminggu sekali dan peluncuran setiap 72 jam sekali.

Secara keseluruhan, biaya untuk sekali peluncuran adalah $5 juta dan memiliki fitur ride sharing sehingga lebih murah untuk entitas dengan budget terbatas. Market utamanya adalah peluncuran satelit kecil.

“Kami selalu bekerja membangun kendaraan dan lokasi peluncuran yang mampu menawarkan kemampuan peluncuran paling sering di dunia dan kami dapat mencapainya dalam waktu singkat,” kata CEO dan Founder Rocket Lab, Peter Beck.