Tesla Model S
Tesla Model S dalam mode autopilot tidak memerlukan intervensi pengemudi (credit: CNBC)

Memiliki mobil dengan kemampuan kemudi otonom sangat memanjakan pengemudinya dimana ia bisa melepas kedua tangannya dari roda kemudi dan bersantai sejenak menikmati perjalanan, dengan catatan tetap memberi perhatian pada mobil.

Sebuah momen langka terjadi di San Fransisco dimana pria mabuk mengendarai Tesla Model S miliknya saat melewati jembatan Bay Bridge pada malam waktu setempat.

Menurut laporan dari SFGATE, pengemudi lain melihat pria mabuk tersebut dalam kondisi tidak fokus dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Warga pun segera menelepon polisi untuk meminta bantuan.

Beruntung petugas patroli langsung sigap ke lokasi pengemudi Tesla itu berada. Kondisi lalu lintas saat itu sedang macet sehingga ia masih berada tidak jauh dimana ia dilaporkan.

Saat polisi menguji kadar alkohol dalam darah pengemudi tersebut, ditemukan sudah dua kali lebih tinggi dari batas yang diizinkan. Lantas, ia pun langsung ditahan akibat mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

DT7G9D2VQAAyUHA - Pengemudi Tesla Ditilang Karena Mabuk, Pria ini Berdalih Gunakan Fitur Autopilot
Sayangnya autopilot tidak bisa dijadikan alasan mabuk saat mengemudi

Namun pria yang tidak disebutkan namanya itu berdalih ia menggunakan fitur autopilot (kemudi sendiri) sehingga tidak perlu intervensi orang lain untuk berjalan. Tentu saja polisi tidak bisa menerima alasan tersebut.

“Dia ditangkap dan dikenakan denda akibat mengemudi di bawah pengaruh (alkohol). Mobilnya diderek (tidak, mobil itu tidak berjalan sendiri ke lokasi penyitaan).” tulis akun resmi kepolisian San Fransisco.

Tesla memang memiliki teknologi kemudi otonom namun tetap harus dalam pengawasan pengemudi. Di sisi lain regulasi untuk mobil self-driving pun belum begitu jelas sehingga konsumen pun tidak sepenuhnya bisa berkendara sambil tidur.