Startolaunch
Pesawat terbesar di dunia dengan dimensi fisik melebihi International Space Station

Salah satu pendiri Microsoft Paul Allen menunjukkan pesawat pengangkut Stratolaunch yang diklaim sebagai pesawat terbesar di dunia. Dengan bentang sayap sepanjang 117 meter, lapangan sepakbola tidak akan cukup untuk memarkirkan pesawat ini.

Paul Allen meski namanya tidak setenar Bill Gates namun tanpanya Microsoft tidak akan sebesar sekarang. Pria yang juga drop out dari kampusnya tersebut memiliki impian besar di bidang penerbangan, khususnya antariksa. Allen mendirikan perusahaan transportasi Stratolaunch Systems pada 2011 lalu.

Startolaunch
Puluhan roda diperlukan untuk menopang pesawat

Stratolaunch selesai didesain pada Juli 2015, sebulan setelahnya perusahaan mulai membangun struktur pesawat dan menghabiskan sekitar 91 ton bahan komposit, sementara total seluruhnya mencapai 250 ton. Dua buah badan pesawat masing-masing memiliki panjang 73 meter dan ditopang oleh 28 roda pendaratan.

Startolaunch
Jangkauan jelajah mencapai 3.704 kilometer, hampir sepertiga keliling Bumi

Dibekali 6 jet berjenis Pratt & Whitney PW4056, Stratolaunch dapat mengangkut beban hingga 230 ton. Tetapi bukan untuk membawa manusia, melainkan satelit atau wahana luar angkasa berawak. Stratolaunch dapat mengangkut kapsul angkasa selevel SpaceX Dragon ke orbit Bumi rendah (400 km dari permukaan).

Startolaunch
Ilustrasi muatan yang sedang dibawa Stratolaunch

Namun bukan berarti Stratolaunch dapat benar-benar ke angkasa. Pesawat hanya memberikan tumpangan hingga ketinggian 10 kilometer, setelahnya mesin roket aktif dan memisahkan diri dari pesawat kemudian melanjutkan perjalanan ke orbit Bumi. Hal ini dapat menghemat biaya perjalanan ke luar angkasa.

Startolaunch
Stratolaunch masih cukup jauh untuk mengemban tugas utamanya

Paul Allen dalam akun Twitter-nya mengatakan Stratolaunch masih dalam tahap uji coba. Pria yang sempat mendapat gelar orang terkaya ke-7 di dunia tersebut mengatakan pesawatnya sedang melakukan pengisian bahan bakar. Sedangkan penerbangan perdana akan dilakukan pada 2019.