Stratolauncher
Panjang pesawat mencapai 117 meter, melebihi lapangan sepak bola (credit: Stratolaunch)

Stratolaunch merupakan pesawat dengan bentangan sayap terbesar di dunia. Perusahaan dibaliknya didirikan oleh Paul Allen yang menjadi salah satu sosok kunci kehadiran Microsoft. Beberapa hari lalu pihaknya merilis video pesawat raksasa itu melaju di atas landasan pacu.

Dengan panjang sayap mencapai 173 meter, Stratolaunch tampak sangat besar dari kejauhan. Paul Allen memberitahukan pesawat tersebut berjalan dengan kecepatan 40 knots atau 74 km/jam. Tim teknisi akan memantau kinerja pesawat sebelum pada Desember mendatang melakukan uji coba sambil membawa muatan.

Videonya dapat kamu saksikan berikut ini:

Tentu saja pesawat tersebut tidak terbang karena ini hanya sebatas pengujian di darat. Perusahaan masih terus memantau kinerja sistem sebelum bisa diterbangkan.

Stratolaunch rencananya akan digunakan untuk mengirim satelit ke orbit Bumi. Bagian tengah pesawat dapat ditaruh muatan satelit beserta roket. Pada ketinggian maksimal, muatan akan dilepas dan langsung terbang ke angkasa dengan mesinnya sendiri, sementara pesawat pulang kembali.

Mengirim satelit dengan pesawat

Sistem seperti ini akan lebih murah khususnya untuk pengiriman satelit kecil. Perusahaan seperti Orbital ATK dan Virgin Group juga menggunakan pendekatan seperti ini. Bedanya, Stratolaunch menawarkan bobot yang lumayan besar.

Dalam kondisi tangki bahan bakar penuh, bobot pesawat mencapai 540 ton. Sementara beban maksimal untuk satelit adalah 230 ton. Ini jauh melebihi dari yang ditawarkan Orbital ATK dengan hanya 500 kilogram. Dengan bentuk yang sedemikian besar dan berat, Stratolaunch membutuhkan landasan setidaknya sepanjang 3,7 kilometer.

Stratolaunch rencananya akan mulai mengudara pada 2019.