Mobil Listrik di Indonesia
Produsen otomotif Tesla secara tidak langsung memancing otoritas terkait untuk menggalakkan program mobil listrik

Masa depan adalah elektrik, kalimat tersebut bukan sekedar semboyan namun sebuah realita yang dihadapi masyarakat dunia. Perlahan namun pasti kendaraan berbahan bakar fosil akan kehilangan eksistensinya akibat digerus oleh kehadiran mobil listrik yang menawarkan banyak keuntungan.

Tak ingin ketinggalan dengan Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong para pelaku industri otomotif untuk melakukan transisi dari bahan bakar fosil ke listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Penerapan Kendaraan listrik tidak bisa kita tolak. Para stakeholders tolong beri masukan, bukan (memberikan) keberatan. Kita matangkan roadmap pelaksanaannya, program ini harus jalan” ungkap Menteri Jonan dalam sebuah pertemuan di Nusa Dua, Bali.

Mobil Listrik di Indonesia
Menteri Jonan dalam forum yang membahas program kendaraan elektrik di Indonesia

Berbagai negara memastikan akan melarang penjualan kendaraan bensin, seperti Norwegia pada 2025, Jerman Inggris, Amerika, dan India pada 2030, serta Perancis tahun 2040. Bahkan perusahaan otomotif Volvo akan menghentikan produksi mobil BBM pada 2019.

Kesepakatan dalam forum tersebut setuju untuk membebaskan Bea Masuk dan PPn BM untuk kendaraan listrik (Completely Knock Down). PLN juga diharapkan siap untuk membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) layaknya yang dilakukan Pertamina dengan SPBU.

Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah mengeluarkan Rancangan Peraturan Presiden tentang Program Pecepatan Kendaraan Bermotor Listrik Untuk Transportasi Jalan. Secara teknologi dan sumber daya, Indonesia sangat mungkin untuk memproduksi mobil listrik sendiri serta mendistribusikan listrik ke stasiun pengisian.