Sungai Muara Angke
Seorang anak bermain di bibir pantai Muara Angke (National Geographic Indonesia)

Sampah merupakan permasalahan bagi banyak negara, terutama Indonesia. Di Jakarta sendiri terdapat belasan sungai yang melintasinya dan mengalir ke Laut Jawa. Sungai Muara Angka mungkin salah satu yang paling parah kondisinya.

Kementerian Koordinasi bidang Kemaritiman melakukan kerjasama dengan pemerintah Belanda untuk membersihkan sampah yang ada di sungai. “Belanda terkenal akan kebersihan kanal-kanalnya” kata Asisten Deputi Pendayagunaan Iptek Maritim nani Hendiarti.

Kerjasama ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman antara RI dengan Belanda terkait perubahan iklim. Kedua perwakilan negara sudah menandatanganinya pada November 2016 lalu.

RI-Belanda Ocean Cleanup
Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kerjasama ini sangat penting apalagi Indonesia di posisi silang banyak menerima sampah negara lain

Proyek pembersihan ini melibatkan teknologi dari Ocean Cleanup. Sistemnya sampah yang terbawa aliran sungai terjerat oleh semacam “lengan” panjang. Teknologi tersebut akan dipasang di hilir sungai Muara Angke, Jakarta. Proses instalasi akan dilakukan oleh pihak Ocean Cleanup bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Nani, sekitar 80% sampah di laut saat ini berasal dari daratan yang kemudian terbawa sungai dan bermuara di laut. Indonesia sendiri menjadi penyumbang sampah ke laut terbesar kedua di dunia. Dalam sehari manusia memproduksi sampah hingga 175.000 ton.