SkyDrive

Menjadi tuan rumah sebuah acara bergengsi menjadi kebanggaan tersendiri bagi negara tersebut. Namun tentu bukan tanpa konsekuensi, pihak-pihak yang terlibat harus mengatur jalannya acara dengan baik. Mulai dari awal hingga selesainya, termasuk upacara pembukaan yang sering diasosiasikan sebagai “karnaval” budaya.

Tokyo ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan Olimpiade 2020. Selain memamerkan identitas bangsanya, Jepang direncanakan juga akan mengoperasikan mobil terbang saat upacara pembukaan.

SkyDrive
Kerangka skala penuh SkyDrive

Mobil terbang bernama SkyDrive ini lebih ditujukan sebagai kosmetik acara ketimbang alat transportasi meski secara teknis sangat memungkinkan. Seluruh pengerjaannya dilakukan oleh tim independen yang menyebut diri mereka sebagai Cartivator.

Pengembangan murni mengandalkan donasi dan penggalangan dana. Salah satu perusahaan yang turut menyumbang ialah Toyota dengan nominal 40 juta Yen atau setara Rp 4.7 miliar. Sejauh ini tim masih disibukkan dengan pembuatan prototipe dan baru akan memulai ujicoba penerbangan tahun depan.

SkyDrive
Fisik penuh SkyDrive dalam skala yang lebih kecil

SkyDrive raletif kecil, hanya ada satu kursi untuk pilot. Dimensi berada di angka 2.9 x 1.3 x 1.1 meter yang diklaim sebagai kendaraan terbang terkecil di dunia. Namun kecepatannya ditargetkan mencapai 150 kilometer per jam.

Tim Cartivator berharap SkyDrive akan memudahkan transportasi udara sehingga penumpang tidak perlu melalui bandara lagi. Di belahan Bumi lain, konsep serupa juga ada seperti Ehang 184, Lilium Jet, Volocopter, dan Pop.Up dari Airbus.

Di samping statusnya sebagai kendaraan terbang, SkyDrive memiliki tiga buah roda kecil yang memungkinkan untuk berjalan di permukaan rata. Saat mode tersebut propeller dapat melipat sehingga tidak mengambil ruang besar.

Penampilan perdana akan dilakukan pada 2020 dan 3 tahun setelahnya baru akan dijual ke publik. Berikut video simulasi demonstrasinya: