Nuclear Computer
Superkomputer di fasilitas nuklir memang sangat luar biasa, tetapi terlalu bahaya jika terhubung ke internet (credit: Purdue University)

Akibat harga rig untuk mining cryptocurrency membludak, sebagian pencari Bitcoin atau disebut miner memanfaatkan komputer kantor, tempatnya bekerja untuk menambang mata uang digital tersebut. Selain akses internet cepat dan bebas, spesifikasinya pun tidak bisa diremehkan. Namun tindakan tersebut dapat berakibat fatal jika ia bekerja di sebuah instalasi nuklir.

Seorang pegawai yang tidak disebutkan namanya ditangkap akibat menggunakan komputer nuklir untuk mining Bitcoin. Pusat nuklir di kota Sarov, bagian barat Rusia memiliki superkomputer berkapasitas 1 petaflop atau 1 triliun kalkulasi per detik.

Angka tersebut sangat besar dan menguntungkan bagi miner yang memilikinya. Tetapi, pemerintah tidak menghubungkan superkomputer nuklir tersebut dengan internet demi mencegah penyerangan cyber. Usaha untuk terhubung dengan jaringan luar jelas merupakan tindakan ilegal yang membahayakan.

“Ada sebuah usaha untuk menggunakan fasilitas komputer untuk kepentingan pribadi yang disebut mining.” tulis portal berita Rusia, Interfax News Agency.

Hal serupa pernah terjadi pada pemilik mobil elektrik Tesla Model S yang memanfaatkan listrik dari stasiun pengisian Supercharger gratis untuk mining.

Proses mining sederhananya adalah menyelesaikan algoritma komputasi kompleks dalam sistem Bitcoin cs. Jika selesai, pengguna akan diberikan reward berupa mata uang digital yang ditentukan sebelumnya. Tetapi proses ini memerlukan sumber daya berupa hardware komputer kelas tinggi dan energi listrik besar.