Tesla Kecelakaan
Penampakan mobil sesaat setelah kecelakaan (credit: Culver City Firefighters)

Manufaktor mobil elektrik telah membekali seluruh mobil keluarannya dengan teknologi autopilot alias sistem kemudi sendiri tanpa bantuan pengemudi secara langsung. Kendaraan dilengkapi sejumlah sensor untuk mengenali lingkungan sehingga mobil bisa mengetahui kapan waktunya berbelok, berhenti, atau berpindah jalur.

Namun dibalik kecanggihan teknologi ini, sebetulnya sistem yang dirancang belum 100 persen bebas dari keharusan intervensi pengemudi. Seorang pengemudi Tesla Model S baru saja mengalami kejadian tidak menyenangkan saat mengemudikan kendaraannya di sebuah jalan bebas hambatan di Culver City, California.

Mobil Tesla Model S berwarna hitam tersebut menabrak bagian belakang truk pemadam kebakaran bernama Engine 42. Mobil melaju 104 km/jam sehingga menyebabkan kerusakan cukup parah pada kap depan.

Beruntungnya sang pengemudi yang kala itu sendiri tidak mengalami cidera berarti, serta tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Tesla Self-Driving
Bagian belakang truk pemadam kebakaran yang ditabrak (credit: Culver City Firefighters)

Usai kecelakaan, pengemudi yang tidak disebutkan identitasnya tersebut mengaku sedang dalam mode ‘Autopilot’ dimana mobil melaju otomatis. Seharusnya sensor Tesla sudah cukup peka bahwa sedang ada kendaraan lain di depan agar segera melambat, tetapi ada permasalahan internal yang menyebabkan mobil tetap melaju dalam kecepatan tinggi.

Meski tidak dijelaskan secara detil penyebabnya, tetapi dalam wawancara dengan Bloomberg, Tesla mengatakan meskipun dalam mode Autopilot, pengemudi tetap harus memberi perhatian penuh.

Tesla Autopilot
Sistem kemudi sendiri bukan berarti pengemudi manusia tidak diperlukan (credit: New York Times)

Sistem Autopilot Tesla juga mewajibkan pengemudi menyentuh roda kemudi setidaknya dua menit sekali. Jika tidak, mobil akan melambat dan menepi dan memberi peringatan kepada pengemudi. Dengan begitu, sangat tidak mungkin tertidur sambil mengaktifkan mode Autopilot.

Tesla sendiri telah dipercaya lembaga keamanan jalan raya setempat bahwa fitur self-driving berhasil meningkatkan keamanan pengemudi dan pengguna jalan lain, bahkan memiliki algoritma agar mobil bisa mencegah kecelakaan.

Jelas, berita ini akan menjadi masalah serius bagi produsen mobil elektrik tersebut. Tesla harus segera memperbaiki sistemnya agar tidak ada lagi kecelakaan akibat Autopilot di masa depan.