Nvidia Toyota
Perusahaan otomotif dan raksasa IT melebur dalam kolaborasi pembuatan mobil kemudi sendiri

Membuat mobil bukan perkara sulit, tetapi mobil tanpa sopir hingga kini masih belum rampung sempurna. Alasannya sederhana, para vendor otomotif terkemuka masih dipusingkan dengan kemampuan komputer yang belum mampu dimanfaatkan dengan efektif, sampai-sampai perlu menggandeng perusahaan komputasi.

Inilah yang terjadi antara Toyota dengan Nvidia. Produsen mobil asal Jepang tersebut bekerjasama dengan raksasa IT Nvidia yang dikenal dengan kartu grafisnya. Namun yang dibutuhkan Toyota adalah teknologi super komputer bernama Nvidia Drive PX AI.

Sebelumnya chip super komputer ini juga dipercayakan sebagai otak mobil self-driving di kompetisi Roborace. Nvidia PX AI diklaim mampu memproses data dalam jumlah masif yang dihasilkan oleh berbagai sensor pada mobil, semisal kamera, GPS, radar, LiDar, dan sensor lainnya.

Nvidia Toyota
Mobil balap tanpa pengemudi juga menggunakan Nvidia Driver PX berkat kecepatan pemrosesan datanya

Di ajang CES 2017 lalu Nvidia sempat memamerkan kecanggihan mobil tanpa sopir yang dibekali chip PX. Nvidia juga mengintegerasikannya dengan PilotNet, jaringan khusus yang membaca dinamika lingkungan secara real-time.

Walaupun nama Toyota masih terdengar baru di persaingan mobil self-driving, kenyataannya perusahaan yang berdiri sejak 1937 tersebut sudah mulai mengembangkannya sejak 20 tahun lalu.

Manajer Umum Toyota, Ken Koibuchi menargetkan mobil self-driving dapat mengurangi angka kecelakaan serta menyediakan moda transportasi bagi semua orang. Kerjasama dengan Nvidia diharapkan dapat mempercepat pengembangan demi transportasi yang lebih aman dan layak.