Ketika kondisi geografis sulit mendukung distribusi, maka perlu ditempuh metode lain agar orang dapat dengan mudah pindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan cepat dan murah.

Norwegia memang dikenal sebagai negara yang punya banyak gunung, relif bumi yang tidak rata sehingga diperlukan infrastruktur jalan yang sesuai dengan kondisi tersebut. Alhasil Norwegia kini mendapat predikat sebagai negara dengan penataan jalan terbaik di dunia.

Kali ini Pemerintah Norwegia berencana membangun terowongan jalan yang mengambang sekitar 20 sampai 30 meter dari permukaan air. Metode ini disebut juga Submerged Floating Tunnel (SFT).

Lokasi proyek pembangunan ambisius ini terletak di Sognefjord, salah satu celah glasial terbsar di Norwegia, bahkan dunia. Meski terlihat tenang di permukaan, arus di dalamnya cukup kuat.

terowongan mengambang norwegia
Disinilah lokasi SFT akan dibangun

Proyek senilai hampir Rp 330 triliun ini bukan tanpa alasan. Tanpa terowongan ini, pengguna jalan harus melewati jalur lain yang menempuh waktu lebih dari 22 jam.

Sementara jika terowongan ini selesai, maka waktu tempuh menjadi 11 jam. Membangun terowongan di bawah air merupakan pilihan tepat dikarenakan Norwegia punya cuaca yang dinamis dan berpotensi merusak jembatan.

terowongan mengambang norwegia
Masing-masing terowongan punya dua jalur

Setiap terowongan memiliki dua jalur, satu untuk pengguna jalan, sedangkan yang lainnya untuk kepentingan perbaikan atau darurat.

Rencana ini sudah diajukan sejak 2012 ke Norwegian Public Roads Administration dan diklaim sebagai sarana terbaik untuk melewati Sognefjord.

terowongan mengambang norwegia
Kapal tetap bisa melewati bagian atas terowongan tanpa mengenai dasarnya

Dibutuhkan setidaknya 4000 pipa untuk setiap jalur. Kedalaman terowongan juga sudah diatur agar kapal tetap bisa melintas di atasnya.

Ketika rencana ini sepenuhnya disetujui, maka pembangunan dasar terowongan akan memakan waktu antara 7 sampai 9 tahun.

Terowongan ini diklaim sebagai terowongan mengambang pertama di dunia. Sementara fasilitas ini segera beroperasi pada 2035.

Sumber: Live Science