Drone yang mendapat serangan dari senjata laser tidak bisa menghindar

Senjata laser menjadi perbincangan hangat dunia militer dalam beberapa tahun terakhir. Efisiensi serta daya destruktifnya yang besar membuat beberapa lembaga dan perusahaan mengembangkan alat tersebut. Salah satunya Lockheed Martin, yang telah berkecimpung dalam pembuatan rudal hingga pesawat tempur.

Minggu ini pihaknya mengumumkan bahwa mereka berhasil melakukan uji coba senjata laser dari jarak jauh. Pengujian tersebut dilakukan pada Agustus lalu, menggunakan senjata laser bernama Advanced Test High Energy Asset (ATHENA) dengan menembak jatuh pesawat tanpa awak atau drone.

Dalam video yang dirilisnya, laser diarahkan ke sayap belakang drone, membakarnya hingga hancur sehingga jatuh ke tanah. Dari lima drone yang dijadikan target, semuanya berhasil ditembak. Ini artinya tingkat keberhasilan ATHENA mencapai 100 persen.

Laser menggunakan model yang dibuat oleh Area Defense Anti-Munitions (ADAM), dengan modifikasi untuk meningkatkan kemampuannya. Serat optik dibuat dari material yang sangat langka seperti erbium, ytterbium, dan neodymium. Material ini membuat laser bisa menembak lebih jauh dengan presisi tinggi.

Mengingat laser berbasis cahaya, ketika ditembakkan saat itu pula sudah mengenai target. Dengan demikian agaknya sangat mustahil untuk lolos dari senjata ini. Lockheed Martin bersama US Army Space and Missile Defense Command saat ini sedang memperbaiki sistem laser agar ke depannya lebih sempurna.

Ingin lihat seperti apa ATHENA saat menembak jatuh 5 drone? Ini videonya: