Electric Car
Banyak negara mulai memperhatikan pentingnya energi bersih (credit: Smart Charge America)

Transisi kendaraan ramah lingkungan sudah dimulai. Mayoritas perusahaan otomotif sudah mempersiapkan armada masa depan mereka yang tentu saja tidak lagi mengkonsumsi bahan bakar minyak alias BBM. Lantas, fenomena ini juga turut mempengaruhi kebijakan petinggi berbagai negara di dunia.

Pemerintah setempat mulai memperhatikan kebutuhan mobil elektrik, seperti pembangunan stasiun pengisian listrik, parkir khusus mobil listrik, hingga pajak rendah untuk pemilik kendaraan. Salah satu langkah lainnya adalah dengan melarang mobil BBM dijual atau beroperasi di wilayah pemerintahannya.

Lalu negara apa saja yang melakukan kebijakan larangan tersebut?

China

e-Taxi China
(credit: Wikimedia)

China sedang berlomba melawan Amerika Serikat soal energi bersih terbarukan. Bahkan negara Tirai Bambu tersebut menjadi konsumen mobil elektrik Tesla terbesar, mengalahkan negara asal dimana mobil itu diproduksi. Menurut Xinhua News Agency, pemerintah tengah mengkaji formula untuk menghentikan kendaraan berbahan bakar tradisional.

Walaupun tidak jelas kapan rencana itu akan diterapkan, tetapi pada 2025 jumlah penjualan kendaraan listrik akan mencapai 6 juta unit per tahun. Jika melihat pada 2015, China sudah merebut 40% penjualan mobil listrik di seluruh dunia. Melihat perkembangan ini, tidak lama lagi mobil BBM hanya tinggal nama di China.

Norwegia

Norway EV
(credit: Yale)

Salah satu negara di Laut Baltik ini adalah salah satu penghasil minyak terbesar di Eropa. Bukannya digunakan di dalam negeri, minyak dijual dan uangnya digunakan untuk membangun infrastruktur ramah lingkungan. Pemerintah Norwegia mengatakan pada 2025, semua mobil penumpang dan van harus bebas emisi.

Sama seperti China, Norwegia juga mengalami peningkatan signifikan di sektor penjualan mobil elektrik. Saat ini populasi mobil elektrik dan BBM sama besarnya, namun dalam beberapa tahun hanya ada mobil elektrik di jalanan.

India

India EV
(credit: Siasat)

Penasehat energi, Anil Kumar Jain mengatakan India hanya mengizinkan kendaraan elektrik pada 2030. Keputusan ini bukan sekedar mengikuti trend negara maju, namun negara ini menjadi tempat bagi kota-kota paling polutif di dunia.

Bukan hanya bidang transportasi, namun pembangkit listrik ditargetkan 100% ramah lingkungan pada tahun tersebut.

Belanda

Amsterdam EV
(credit: EV Obsession)

Tingkat penetrasi kendaraan elektrik di Belanda berada di angka 10% tahun lalu. Walau tidak sebesar China dan Norwegia, namun pemerintah cukup yakin bahwa akan ada kenaikan di tahun-tahun selanjutnya. Negara Kincir Angin ini akan melarang kendaraan berbahan bakar fosil mulai 2025.

Untuk mengakomodasi kendaraan elektrik, sudah disiapkan fasilitas pengisian listrik di berbagai titik di negaranya. Pihaknya bahkan membangun laboratorium untuk menciptakan teknologi pengisian yang lebih baik.

Indonesia

Mobil Listrik SELO
(credit: Berita Daerah)

Menteri ESDM, Ignasius Jonan mendorong para pelaku otomotif untuk melakukan transisi dari bahan bakar fosil ke listrik yang lebih ramah lingkungan. Akhirnya diputuskan bahwa pada 2040 tidak ada lagi penjualan kendaraan non-listrik. Selain itu sedang dikaji untuk menurunkan pajak kendaraan listrik.

Soal fasilitas, PLN sudah membangun sekitar 1.000 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang bisa dipakai untuk mengisi baterai. Jumlahnya akan terus bertambah seiring peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Negara lainnya

Nissan EV Japan
(credit: Inhabitat)

Ternyata cukup banyak negara yang mengambil langkah ini, diantaranya Jerman, Austria, Denmark, Irlandia, Spanyol, Portugal, Perancis, Swedia, Inggris, Kanada, dan Jepang. Negara-negara lainnya mungkin akan mengumumkan kebijakan serupa nanti.

Lantas, apakah menghancurkan dominasi kendaraan BBM dalam kurun satu dekade cukup realistis?

Analis dari Bloomberg, Coli McKerracher mengatakan tahun 2025 tidak realistis, bahkan 2030 pun terlihat agak ambisius. Namun untuk negara kecil seperti Norwegia, Jerman, dan Belanda hal itu masih masuk akal.

Bagaimana menurutmu, apakah negara-negara ini berhasil mencapai target mereka pada tahun tersebut? Tulis di kolom komentar.