Asgardia Rocket
Asgardia memenuhi janjinya dengan mengirim satelit pertama (credit: Asgardia)

Cita-cita mendirikan wilayah di luar Bumi adalah fokus utama dari Asgardia, negara pertama yang mendeklarasikan diri sebagai “negara angkasa” sebab lokasinya akan berada di orbit Bumi. Meski terdengar terlalu mengada-ada untuk saat ini, namun roket pertamanya sudah diluncurkan.

Dr. Igor Ashurbeyli selaku pendiri Asgardia mengatakan bahwa pihaknya akan mengirim satelit pertama pada Agustus lalu. Namun jadwalnya mundur hingga akhirnya meluncur pada 12 November di fasilitas peluncuran milik NASA di Virginia, Amerika Serikat.

Namun bukan sebuah struktur konstruksi tempat tinggal angkasa, melainkan sebuah satelit seukuran kotak sepatu atau CubeSat. Menurut rilis Asgardia, satelit tersebut berisi foto dan teks penduduknya yang disimpan dalam hard drive 500 GB. Satelit bernama Asgardia-1 tersebut menjadi “peletakan batu pertama” sebelum Asgardia benar-benar bisa ditinggali seperti proposal yang mereka ajukan.

Asgardia
Visualisasi konsep negara Asgardia (credit: Asgardia)

Asgardia sendiri memiliki penanggalan yang berbeda dengan Bumi. Jika Peluncuran satelit dalam hitungan Masehi adalah 12 November, 2017 maka versi Asgardia adalah 8 November, 0001.

Asgardia-1 saat ini sudah mengorbit atau lebih tepatnya terparkir di Stasiun Luar Angkasa Internasional bersamaan dengan kargo suplai. Satelit seberat 3 kilogram tersebut baru akan dilepas ke orbit pada awal Desember bersamaan dengan proses aktivasinya.

Setidaknya 500.000 orang sudah terdaftar sebagai Asgardian (sebutan untuk penduduk Asgardia) dan 200.000 pendaftar pertama akan menjadi prioritas saat proses migrasi. Walaupun terdengar seperti angan-angan, namun misi Asgardia terlalu bagus untuk tidak diikuti.