James Webb Mirror
Foto cermin utama teleskop James Webb yang baru akan meluncur 3 tahun lagi (credit: NASA)

Teleskop Hubble telah beroperasi hampir 30 tahun dan sekiranya sudah harus segera digantikan oleh generasi terbaru yang lebih canggih. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) hampir menyelesaikan teleskop James Webb yang diklaim mampu melihat “masa lalu”, yakni bintang yang jaraknya miliaran tahun cahaya. Teleskop sebesar lapangan tenis ini diyakini akan menjawab sejumlah pertanyaan yang mengendap di pikiran para astronom.

Sayang, mimpi untuk memiliki teleskop modern dalam waktu dekat tampaknya tidak segera terwujud. NASA kembali mengundur jadwal peluncuran yang sejatinya sudah dilakukan berkali-kali.

Dikutip dari Space, teleskop James Webb baru akan diluncurkan paling cepat pada Maret 2021 ke orbit yang jaraknya 1,5 juta kilometer dari Bumi. Meski wujud utuh teleskop sudah terlihat jelas dan komponen utamanya hampir siap, pemeriksaan dan pengujian masih terus dilakukan guna mencegah masalah saat teleskop berada di angkasa.

Bukan pengunduran pertama bagi James Webb

Tak lama setelah Hubble meluncur, James Webb sudah diproposalkan oleh NASA dan ditargetkan meluncur pada 2007 lalu, serta hanya menelan dana sekitar $500 juta. Dalam perkembangannya, teleskop anyar ini ditunda hingga 2011, lalu 2018, 2020, hingga akhirnya 2021 dengan asumsi tidak ada penundaan lagi.

Proyek ini telah menelan dana $8,8 miliar seiring berjalannya waktu, namun akibat dari molornya jadwal memaksa biaya keseluruhan bertambah menjadi $9,6 miliar atau nyaris dari separuh budget tahunan NASA.

Tidak boleh jadi teleskop gagal

Hubble adalah teleskop tersukses, namun juga menjadi proyek paling memalukan milik NASA. Usai diluncurkan ke orbit Bumi setinggi sekitar 500 km, lensa teleskop tersebut mengalami anomali dan menyebabkan hasil jepretan tidak fokus. Akhirnya, NASA kembali mengucurkan dana untuk proses perbaikan dengan mengirim astronot ke sana.

Tidak seperti Hubble yang bisa diperbaiki, James Webb yang berada 1,5 juta kilometer dari Bumi praktis tidak mungkin diperbaiki. Sebagai perbandingan, jarak rata-rata Bumi dengan Bulan ‘hanya’ 384 ribu km.

Apabila James Webb tidak beroperasi sebagaimana mestinya saat berada di angkasa, itu berarti NASA kehilangan miliaran dolar untuk pengembangan serta tahun-tahun yang habis untuk sesuatu yang tidak memberikan hasil. Jelas, bahwa upaya NASA menghilangkan segala kemungkinan kesalahan pada teleskop adalah langkah yang tepat.

“Kami harus menyelesaikan proyek ini di Bumi sebelum mengirimnya ke luar angkasa. Dan saya hanya ingin menegaskan bahwa Webb layak ditunggu.” kata Thomas Zurbuchen, salah satu petinggi di NASA.