Google SafeSearch

Menteri Komunikasi dan Informatika akhirnya memberlakukan fitur safe search secara masif di layanan mesin pencari Google Indonesia. Hal ini spontan membuat situs berkonten pornografi dan sejenisnya tidak lagi bisa ditemukan di sana.

Menurut laporan dari Antara News, Menkominfo Rudiantara mengatakan fitur ini aktif terhitung sejak 10 Agustus dan akan terus beroperasi ke depannya. Ia juga menuturkan pemblokiran konten pornografi juga demi melindungi anak bangsa.

Fitur safe search sudah ada sejak lama, tapi…

 

Google pada dasarnya sudah memiliki fitur safe search yang menunjang hasil pencarian relevan untuk semua umur, termasuk anak-anak. Akan tetapi fitur ini tidak diaktifkan secara default sehingga tidak banyak orang yang menggunakannya.

Kali ini, safe search di Google Indonesia dinyalakan dan tidak bisa dimatikan. Pasalnya opsi tersebut diatur oleh Internet Service Provider (ISP).

Cuma berlaku di Google Chrome

Dikutip dari CNN Indonesia, Rudiantara telah meminta sedikitnya 25 ISP untuk menyalakan safe search secara otomatis ketika pengguna mengakses internet di peramban Google Chrome. Sementara peramban lain seperti Mozilla Firefox dan Opera masih bebas dari pemberlakuan sistem ini.

Meski begitu, pemerintah berjanji ke depannya browser lain juga akan menerapkan pengaturan serupa. Untuk saat ini Google Chrome dipilih karena merupakan peramban web terpopuler di kalangan masyarakat.

Amerika Serikat sudah berlakukan sistem ini sejak lama

Rudiantara mengakui di Amerika Serikat warganya sudah mengaktifkan safe search secara mandiri. Namun khusus Indonesia, mengingat tingkat literasi masih rendah, maka diperlakukan pendekatan berbeda.

“Di Indonesia kalau mengandalkan pengaturan manual itu ya tidak bisa. Masyarakat Indonesia tingkat literasi digitalnya jauh di bawah Amerika. Jadi pemerintah mengambil keputusan ini, karena konteks pornografi itu jelas,” kata Rudiantara.