Faceboook F8 2018

Facebook F8 merupakan ajang tahunan jejaring sosial raksasa tersebut untuk mengajak developer dan pebisnis mengembangkan usahanya seputar website yang pastinya terkait dengan Facebook.

Mark Zuckerberg yang hadir dalam F8 2018 juga memberikan keynote tentang masa depan Facebook. Ia pun berharap seluruh pihak bisa move on dari kasus Cambridge Analytica yang memaksa perusahaan membongkar ulang sistemnya dalam rangka melindungi privasi pengguna.

Berikut ini lima poin penting yang diumumkan dalam ajang Facebook F8 2018.

Perangkat VR mobile Oculus Go sudah mulai dijual

Sudah bukan kabar baru lagi jika Facebook menganggap Virtual Reality (VR) sebagai perangkat masa depan yang menjanjikan. Oculus yang diakuisisi Facebook tahun 2014 lalu kini menawarkan Oculus Go sebagai pesaing Google Daydream View dan Samsung Gear VR.

Perangkat VR mobile ini menawarkan resolusi 2.560 x 1.440 piksel dengan refresh rate 60 Hz atau 72 Hz. Namun tidak dipersenjatai pengelola grafis papan atas. Sisi positifnya, perangkat ini bisa dikenakan secara mandiri tanpa komputer, dan lebih murah.

Oculus Go dibanderol $199 atau Rp 2,8 juta.

Facebook bikin platform cari jodoh

Selain murni media sosial, Facebook berencana meluncurkan layanan dating atau perjodohan lewat internet. Algoritma khusus akan mempelajari sifat dan perilaku pengguna lalu mempertimbangkan siapa yang cocok dengan orang tersebut. Menariknya, algoritma tidak akan memproses pengguna yang telah menjadi teman di Facebook.

Perusahaan mengatakan pengguna bisa menggunakan platform ini bahkan tanpa memiliki akun Facebook. Nantinya bakal ada fitur baru hingga event pertemuan di dunia nyata bagi siapapun yang merasa telah ‘menemukan’ pasangannya.

Facebook berencana menguji layanan dating pada tahun ini.

Pengguna bisa restart akun Facebook dan seperti baru

Apa kamu merasa pernah mengirim komentar negatif pada seseorang namun lupa dimana meletakkannya? Facebook memperkenalkan fitur Clear History dimana kamu akan dapat menghapus seluruh rekam jejak akun dan memulai lembaran baru, layaknya membuat akun baru.

Cara ini juga akan mencegah pelanggaran privasi seperti yang beberapa kali terjadi. Facebook akan mengembangkan teknologi ini dalam beberapa bulan ke depan dan siap meluncur setelahnya.