Perekam suara telah diperbaharui dengan fitur voice recognition dimana sistem dapat mengetahui kata-kata yang diucapkan dalam sebuah percakapan.

Lompatan di bidang perekaman suara baru saja dilakukan oleh akademisi di Massachusetts Institute of Technology. Kandidat PhD Mohammad Ghassemi bersama timnya mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang bertugas mendeteksi emosi pembicaraan.

3 1 - MIT Kembangkan AI yang Dapat Ketahui Suasana Emosi dalam Percakapan
Mohammad Ghassemi dan Tuka Alhanai berharap sistemnya dapat ditempatkan pada model smartwatch

Mereka telah menanamkan AI ke dalam Samsung Simband untuk mengkoleksi data seperti detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh secara real-time.

Saat itu juga suara direkam, kemudian algoritma mendeteksi perubahan intonasi suara serta memasukkan berbagai kriteria di atas sebelum dapat menyimpulkan bagaimana suasana percakapan berlangsung, sedih atau senang.

Hasiil ujicoba yang dilakukan Ghassemi menunjukkan AI buatannya memperoleh akurasi 83 persen.

1 4 - MIT Kembangkan AI yang Dapat Ketahui Suasana Emosi dalam Percakapan
Sistem membutuhkan waktu 5 detik untuk “berpikir” terkait emosi pembicaraan

Pengembangan AI ini masih dalam stage awal. Terutama memperbaiki akurasi sistem dalam menilai intonasi suara. Misal suasana yang datar, terkejut, atau tegang.

Terlepas dari itu tim masih harus berkutat dengan masalah privasi sebab merekam percakapan secara sembunyi-sembunyi dapat dikatakan sebagai pelanggaran privasi.