China Moon Landing

Setelah misi Apollo 17 tahun 1972, tidak ada lagi misi pendaratan manusia di Bulan yang otomatis “memenangkan” Amerika Serikat atas Uni Soviet dalam perlombaan menuju satelit Bumi tersebut.

Kabar mengejutkan datang dari negeri tirai bambu, Tiongkok. Berdasarkan white paper yang dirilis lembaga antariksa nasional CNSA, mereka memastikan rencana untuk mengikuti jejak misi Apollo.

Sebelumnya perjalanan ke Bulan oleh Tiongkok pernah dilakukan oleh armada Chang’e-3 pada 2013 namun tidak membawa awak.

China Moon Landing
Salah satu foto dari wahana Chang’e-3

Kemudian Chang’e-5 nantinya akan melakukan soft landing di Bulan sebelum akhir 2017. Tugas pesawat antariksa tanpa awak tersebut ialah mengambil sampel batuan untuk dikirim kembali ke Bumi.

Lalu bagaimana dengan Chang’e-4? Rupanya misi ini sengaja dilangkahi sebab punya tugas yang lebih berat, yakni mendaratkan manusia di sisi gelap Bulan pada 2018 nanti.

Moon Dark Side
Sebelah kanan adalah citra yang menunjukan sisi gelap Bulan, tidak pernah bisa dilihat dari Bumi

Pendaratan di Bulan tersebut nantinya akan sangat berguna untuk penelitian topografi dan geologi permukaan Bulan, supaya lebih memahami bagaimana satelit itu dibentuk.

Belum berhenti sampai disitu, Tiongkok rencananya akan memulai penelitian Mars di tahun 2020, seolah ikut memeriahkan duel antara SpaceX dan NASA di planet merah tersebut.

Entah rencana ini akan benar-benar berjalan atau berhenti di tengah jalan sebab biaya perjalanan ke Bulan tidak bisa dianggap kecil. Namun yang pasti Tiongkok termasuk negara dengan space program terbaik saat ini.

Sumber: CNSA White Paper via SCIO