Boyan Slat

Apa yang biasa dilihat remaja saat usianya menginjak 17 tahun? Mungkin sudah memikirkan studi, karir, fashion, atau bahkan lawan jenis. Namun remaja asal Belanda, Boyan Slat melihat jauh ke samudera, menatap keindahannya yang perlahan hancur oleh rasnya sendiri.

Ketika usianya masih muda, Slat membuka proyek Ocean Cleanup yang berambisi untuk membersihkan perairan samudera dari sampah plastik. Sekarang ketika usianya sudah menginjak 22 tahun, misi besarnya akan segera terlaksana berkat dukungan lembaga internasional.

Ocean Cleanup
Penemuan Slat menarik perhatian dunia internasional, khususnya pecinta lingkungan

Ocean Cleanup akan membentangkan lengan raksasa yang mengapung, kemudian menjerat sampah ketika dibawa oleh arus laut. Setelah berbagai ujicoba yang menuai kegagalan, tim akhirnya menemukan desain yang tepat.

Lengan sepanjang 100 meter tersebut akan ditempatkan di beberapa titik di samudera Pasifik. Targetnya untuk mengumpulkan sampah yang menumpuk dalam jumlah masif. Slat mengklaim desain ini dapat membersihkan Great Pacific Garbage dalam 5 tahun.

Ocean Cleanup
Pengamatan terlebih dahulu dilakukan dengan pesawat untuk menentukan lokasi penempatan

Desain baru juga dikatakan punya kelebihan dibanding versi pendahulunya, mampu berotasi sesuai keadaan arus dan tahan kondisi cuaca.

Selaku organisasi non-proft, Ocean Cleanup hanya mengandalkan donasi untuk aktivitasnya. Sejak November tahun lalu, telah terkumpul dana sekitar $21.7 juta atau hampir Rp 300 miliar. Sebagian besar donatur berasal dari Marc dab Lynne Benioff serta pengusaha asal Silicon Valley Peter Thiel.

Ocean Cleanup
Konsep ini disebut-sebut sebagai yang paling efektif

Tahun ini lengan pengumpul sampah itu akan diapungkan di pesisir barat Amerika. Kemudian pada 2018 akan bertugas di Great Pacific Garbage.

Video simulasi Ocean Cleanup: