Delete Facebook
Tanpa akun Facebook sekalipun, Facebook tetap bisa lacak pengguna internet

Kasus Cambridge Analytica yang menyeret Facebook sebagai ‘pemasok’ data pribadi penggunanya mendorong sebagian orang menyuarakan #DeleteFacebook sebagai aksi protes sekaligus menekan Facebook untuk memperbaiki layanannya agar tidak terjadi kebocoran di masa mendatang.

Namun, apakah dengan menghapus akun itu berarti Facebook tidak lagi memiliki hak untuk memata-matai aktivitas pengguna internet?

Meski terdengar masuk akal, #DeleteFacebook tetap memungkinkan Facebook melacak aktivitasmu. Hal ini dibenarkan oleh kesaksian Mark Zuckerberg di kongres senator beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan perusahaan yang ia pimpin sejak 2004 itu tetap mengoleksi data pengguna meski tidak memiliki atau tidak masuk ke Facebook. Zuck beralasan bahwa hal itu merupakan dalam rangka keamanan.

Facebook Privacy Scandal Congress, Washington, USA - 10 Apr 2018
CEO Facebook Mark Zuckerberg di US Congress (credit: Variety)

Mengikuti pernyataan Zuck, sebuah pengumuman resmi Facebook secara gamblang membenarkan hal tersebut.

“Ketika Anda mengunjungi situs atau aplikasi yang menggunakan layanan kami, kami tetap menerima informasi walaupun Anda sudah keluar atau tidak memiliki akun Facebook. Ini karena aplikasi dan situs lain tidak tahu siapa yang menggunakan Facebook.” tulis pihak Facebook dalam keterangannya.

Secara spesifik, layanan yang dimaksud adalah Social Plugins, Facebook Login, Facebook Analytics, dan Facebook Ads. Bisa dikatakan hampir semua situs dan aplikasi yang beredar setidaknya menggunakan salah satu layanan tersebut.

Ini artinya kampanye #DeleteFacebook seperti tidak ada apa-apanya dengan apa yang dilakukan sang perusahaan selama bertahun-tahun. Facebook beroperasi dengan mengumpulkan data demi iklan yang relevan, mungkin mekanisme ini akan terus berlanjut tidak peduli seberapa keras protes dari pihak seberang.