Lightyear One
Memiliki mobil berarti juga harus memperkirakan berapa biaya yang diperlukan untuk bahan bakarnya, namun tidak dengan mobil bernama Lightyear One ini

Mobil listrik adalah masa depan. Kalimat tersebut sejatinya sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang, sebab masa depan yang dimaksud ialah saat ini. Saat dimana teknologi sudah cukup mumpuni untuk mengkombinasikan kendaraan dengan tenaga listrik. Buktinya angka penjualan mobil listrik meningkat tajam.

Nama besar seperti Tesla sudah lebih dulu populer dengan beragam inovasinya. Namun perusahaan Lightyear yang berbasis di Belanda membuat terobosan baru dengan menghadirkan mobil listrik bertenaga matahari. Tidak main-main, pihak perusahaan mengatakan mobil bernama One ini dapat menempuh jarak 800 kilometer.

Lightyear One
Pemilik mobil tidak perlu membayar untuk mengisi baterai

Pemilik mobil yang tinggal di daerah hangat atau yang selalu mendapatkan sinar matahari dapat mengemudikan mobilnya sebulan penuh tanpa melakukan pengisian di stopkontak di rumah. CEO Lightyear, Lex Hoefsloot mengatakan One dapat beroperasi dengan efektif saat cuaca cerah, sementara saat berawan atau malam hari menggunakan baterai raksasa yang dapat mengakomodasi perjalanan sejauh 800 kilometer.

Sebagai perbandingan, Tesla Model S maksimal hanya mencapai 613 kilometer, dan Lucid Air mampu mencapai 644 kilometer. Dengan demikian Lightyear One akan memboyong baterai yang begitu besar dan menjadi bagian paling berat pada mobil.

Lightyear One
Dilihat dari fisiknya, Lightyear One juga mengadopsi desain semi-sport

Wujud mobil saat ini masih samar-samar, namun bentuknya mengadopsi jenis sedan dengan penggerak empat roda (4WD). Panel surya ditempatkan di atap hingga penutup bagasi belakang.

Lightyear One rencananya akan tampil perdana di publik pada 2018. Kemudian pada 2019 mobil ini ditargetkan sudah tersedia di pasar. Namun para peminat bisa melakukan pre-order di halaman resmi Lightyear One. Satu unit mobil nantinya dihargai sekitar Rp 1.82 miliar.