Glow in the Dark Jacket - Solar Charged Vollebak
Jika dari kejauhan kamu melihat sosok berwarna hijau sedang berlari, mungkin karena efek jaket ini

Fungsi utama jaket ialah untuk menahan ingin serta mengurangi efek suhu dingin dari luar yang masuk ke tubuh. Seiring perkembangannya, jaket juga mulai diwarnai aksesoris unik yang membuat siapapun pemakainya menjadi pusat perhatian. Proyek terbaru Vollebak boleh dibilang sangat relevan untuk hal ini.

Solar Charged, begitulah nama yang tersemat pada jaket ini. Menawarkan fitur glow-in-the-dark alias menyala dalam gelap, material jaket dicampur dengan senyawa fosfor yang diklaim tidak hilang meski dicuci. Zat tersebut berperan menyerap cahaya ketika terang, lalu mengeluarkannya saat gelap.

Sesuai namanya, Solar Charged memang mengisi “energinya” dalam kondisi ada cahaya, baik itu cahaya Matahari, senter, smartphone, atau sumber cahaya lainnya. Semakin redup, jaket akan memancarkan warna hijau yang cukup kentara. Sekilas melihatnya lewat akan membuat orang berpikir bahwa itu adalah hantu.

Glow in the Dark Jacket - Solar Charged Vollebak
Warna asli jaket dalam kondisi terang adalah abu-abu

Vollebak menyebut zat fosfor pada jaket dapat menyala setidaknya selama 12 jam sebelum harus “mengisi energi” kembali lewat cahaya. Bagian dalam jaket juga memiliki kantung yang cukup untuk menaruh dompet dan smartphone. Selain itu jaket bersifat waterproof sehingga menjadi solusi tepat saat sedang hujan.

Mengingat fosfor merupakan zat yang mahal, Solar Charged mematok harga sekitar Rp 4.7 juta bagi siapapun yang tertarik memilikinya. Di kisaran harga yang sama kamu sudah bisa mendapatkan Levi’s Commuter Trucker buatan Google.

Dilihat dari fiturnya, jaket ini lebih cocok untuk menakut-nakuti dibanding beraktivitas. Berikut video penggunaannya: