Pemadaman listrik kerap terjadi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Selain mengganggu aktivitas, kita juga tidak siap dengan kondisi ruangan yang gelap. Apalagi jika harus mencari alat penerang seperti senter untuk bisa melihat.

Belum lama ini sebuah crowdfunding di Kickstarter datang dengan sedikit kejutan. Rost, seorang insinyur yang bekerja di New York memperkenalkan Lumen, lampu senter yang bisa menyala hanya dengan memanfaatkan panas tubuh.

Seperti diketahui, panas memang bisa dikonversi menjadi listrik menggunakan alat thermoelectric generator (TEG).

Mengandalkan Panas Tubuh, Lumen Jadi Senter Tanpa Baterai
Skema kerja Lumen

Rost berkreasi agar panas yang diserap TEG cukup untuk menyalakan sebuah lampu LED. Hasilnya, dengan suhu 28º C (suhu rata-rata tubuh manusia 36º C sampai 37º C) dapat memproduksi 3V yang cukup untuk lampu LED 3000 millicandela of output.

Sementara jika ada energi berlebih akan disimpan di kapasitor internal. Lumen terbuat logam aluminium atau titanium dengan berat 45 gram sampai 60 gram.

Selain tahan lama, logam ini juga membantu TEG untuk menyerap panas lebih baik.

Mengandalkan Panas Tubuh, Lumen Jadi Senter Tanpa Baterai
Tritium berwarna oranye ini akan menjadi sarana untuk menemukan senter

Menariknya, Lumen mengimplementasikan tritium, sejenis bahan yang bisa menyala ketika gelap. Hal ini akan membantu kamu untuk menemukan Lumen meskipun lampu padam.

Kamu tertarik memiliki senter Lumen? Sayangnya satu unit Lumen dihargai cukup tinggi dibanding senter konvensional. Lumen dijual mulai $30 atau Rp 400 ribuan.

Lumen di Kickstarter.