Tesla Model 3 Launch
Tuduhan ini mengklaim Tesla sengaja menjual kembali mobil cacat produksi (credit: Steve Jurvetson)

Tesla boleh berbangga dengan status produsen mobil elektrik terbaik di dunia, namun itu bukan berarti berjalan tanpa masalah dalam perjalannya. Sebuah gugatan baru saja dilayangkan oleh mantan karyawan yang menyebut perusahaan sengaja menjual mobil cacat kepada konsumen.

Gugatan mengatasnamakan Adam Williams, karyawan yang telah bekerja cukup lama dengan Tesla. Dalam dokumen tersebut, dikatakan ketika pembeli mengembalikan mobilnya karena cacat, perusahaan akan menggunakan mobil tersebut untuk dijual kembali tanpa memberi tahu bahwa ada kerusakan.

Selain itu, Williams menuduh Tesla mengkategorikan mobil cacat tersebut sebagai “bekas pakai” atau “untuk disewakan”. Dengan kata lain, ia berargumen bahwa perusahaan telah membohongi publik dan konsumen.

Dalam gugatan itu juga disebutkan Williams pernah menjabat sebagai Regional Manager di Tesla. Kemudian jabatannya diturunkan menjadi Mobile Manager, padahal performa kerjanya sesuai harapan perusahaan.

Pihak Tesla meresponi laporan ini dan memberitahukan kepada The Verge bahwa tuduhan ini tidak berdasar sama sekali.

“Tidak ada yang pantas dalam gugatan ini. Deskripsi Williams tentang bagaimana Tesla menjual kendaraan bekas atau pinjaman sangat salah dan bukan yang kami lakukan dengan Tesla.” kata perwakilan perusahaan.

Di samping itu, pihaknya juga mengatakan tingkat kepuasan konsumen menjadi salah satu tolak ukur mengapa gugatan Williams tidak sesuai realita. Diketahui Tesla memang menempati peringkat pertama dalam sebuah survey yang dilakukan tahun lalu, mengalahkan Audi, Porsche, Mazda, dan puluhan brand lain.

“Ini juga bertentangan dengan fakta bahwa perusahaan kami mendapat peringkat tertinggi dalam kepuasan konsumen daripada merek mobil lain, lebih banyak pemilik mobil (Tesla) yang mengatakan bahwa mereka akan cenderung membeli Tesla lagi daripada produsen lainnya. Williams dipecat dari Tesla karena alasan kinerja, bukan alasan lain.” lanjutnya.

Tesla mungkin tidak begitu kaget soal gugatan ini. Tahun 2016 lalu mereka pernah mendapat komplain dari pembeli Model X terkait masalah pintu dan software.