Passenger Drone
Passenger Drone diklaim sebagai armada VTOL paling maju di dunia

Selagi belum sepenuhnya beroperasi, beberapa tim independen hingga perusahaan dari seluruh dunia berlomba merancang taksi terbang yang efektif untuk menangani masalah transportasi di kota-kota besar. Seolah tidak pernah selesai dieksploitasi, model multicopter kembali menjadi pilihan taksi terbang bernama Passenger Drone.

Sesuai namanya, Passenger Drone adalah drone bertenaga listrik dengan kemampuan mengangkut hingga dua penumpang. Desain kabin penumpang sekilas seperti masih satu rahim dengan Volocopter. Tim pengembang membuat kaca lebih lebar untuk memaksimalkan pemandangan selagi di udara.

Passenger Drone
Selain mode autopilot, tersedia joystick untuk kontrol manual apabila diperlukan

Passenger Drone memiliki 16 rotor yang dirancang sedemikian rupa agar tetap minimalis, supaya kendaraan mampu mendarat pada area yang relatif kecil. Masuk ke bagian interior, terdapat dua buah layar sentuh seukuran tablet untuk menampilkan informasi perjalanan seperti navigasi, kecepatan, ketinggian, dan sebagainya.

Menurut salah satu pengembang, Peter Delco menjelaskan bahwa drone yang dibuat timnya dapat terbang selama 30 sampai 35 menit dalam kecepatan sekitar 60 km/jam. Diperkirakan jangkauannya hanya mencapai 32 kilometer alias hanya untuk perjalanan jarak dekat.

Passenger Drone
Di tahap awal pengembangan, Passenger Drone hanya mampu mengangkut penumpang untuk jarak dekat

Tantangan utama dari taksi terbang adalah baterai yang tidak cukup mumpuni untuk pengoperasian dalam rentang waktu yang panjang. Di pihak lain masalah ini sudah ditangani oleh Lilium dengan skema VTOL dan terbang horizontal.

Informasi lebih rinci tentang Passenger Drone akan meluncur bersamaan dengan penampilannya di ajang CES mendatang. Drone sudah menjalani pengujian baik tanpa awak maupun dengan awak.

Video penerbangannya dapat kamu lihat disini: