Kurang Minum Menurunkan Fokus, Nissan Kembangkan Kemudi untuk Deteksi Dehidrasi
Pengemudi dehidrasi punya potensi bahaya yang sama dengan orang mabuk alkohol

Kurang minum menurunkan konsenstrasi dan fokus, kalimat tersebut bukan slogan produk air mineral kemasan namun sebuah fakta yang telah teruji oleh akademisi dunia kesehatan. Tidak masalah apabila kamu kekurangan cairan saat sedang berbaring, menonton, atau membaca, namun akan fatal apabila terjadi ketika mengemudi.

Perusahaan otomotif Nissan menggandeng Droog untuk memproduksi tekstil dengan kemampuan berubah warna apabila kontak dengan keringat. Perubahan warna dapat menjadi tolak ukur apakah seseorang mengalami dehidrasi atau tidak.

Nantinya tekstil tersebut akan diaplikasikan pada kemudi dan kursi sebagai petunjuk jika pengemudi harus segera menepi dan minum. Lapisan ini berubah warna menjadi kuning jika dehidrasi dan biru apabila terhidrasi dengan baik. Menurut Nissan, 2 dari 3 orang tidak menyadari gejala bahwa dirinya kekurangan cairan.

Peneliti mengatakan kesalahan pengemudi yang dehidrasi sama dengan seseorang yang sedang mabuk. Meskipun meminum air tidak menjamin kamu akan selamat dalam perjalanan, setidaknya potensi kecelakaan kecelakaan akibat kesalahan pengemudi dapat dikurangi.

Saat ini kemudi dan kursi pendeteksi dehidrasi masih dalam tahap prototipe. Meski demikian sangat besar peluang teknologi tersebut digunakan di masa depan.

Seperti apa lapisan ini bekerja? Berikut videonya: