Jumlah pengguna smartphone kian meningkat. Sebagian di antaranya bahkan sudah menjadi seorang yang aktif menatap layar smartphone atau bisa dikatakan sebagai pecandu smartphone.

Fenomena ini sering terjadi di kota-kota besar, terutama bagi kalangan pemuda yang ingin selalu eksis di dunia maya melalui smartphone canggih yang ia miliki.
Sayangnya berbagai hiburan yang ada dalam smartphone memiliki dampak yang kurang baik bagi si pecandu smartphone, yakni menjadi tidak peka terhadap lingkungan sekitar.
Mungkin kamu pernah melihat orang dengan seriusnya terus memandangi smartphone ketika sedang berjalan. Atau mungkin kamu pernah melakukan hal tersebut.
Ternyata hal tersebut dapat berakibat fatal. Jalanan yang ramai apabila tidak waspada akan menimbulkan kecelakaan. Dan kehadiran smartphone punya andil akan bahaya ini.
Salah satu kota di Jerman, Augsburg yang berjarak sekitar 35 mil dari Munich resmi menanam sebuah baris lampu LED di trotoar jalan. Lampu ini akan berkedip sebagai tanda bahwa orang dilarang menyeberang.
Bompeln
Lampu akan berkedip dan memberikan sinyal kepada pengguna jalan untuk tidak menyeberangi jalan.
Pendekatan yang terbilang unik ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari kasus tewasnya seorang gadis remaja 15 tahun yang mengenakan earphone dan melihat smartphone-nya ketika lewat di depan trem.
Lampu yang diberi nama Bompeln ini telah dipasang di beberapa titik seperti universitas.
Di kota ini sendiri diketahui ada banyak anak muda yang merupakan pecandu smartphone. Dengan adanya lampu LED di batas trotoar, ia akan memberikan petunjuk kepada pengguna jalan dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Berikut ini video menarik bagaimana pecandu smartphone berpotensi membahayakan dirinya sendiri dan orang lain:

Menurutmu, apa pendekatan ini juga perlu digunakan di kota di Indonesia? Share your opinion!

Sumber: Astechnica