Google Lunar X-Prize
Mengingat kesiapan peserta yang belum matang, batas akhir peluncuran diundur

Google Lunar X-Prize adalah kompetisi yang melibatkan ilmuwan dan insinyur untuk berkolaborasi membangun wahana antariksa tanpa awak yang bisa mendarat di Bulan serta melakukan beberapa misi yang ditetapakn. Setidaknya ada 5 partisipan yang serius mengikuti kompetisi berhadiah total Rp 400 miliar ini.

Pihak penyelenggara menetapkan 31 Desember 2017 sebagai batas terakhir peluncuran wahana jika ingin mendapatkan hadiah utama. Wahana antariksa harus mendarat di Bulan, berjalan 500 meter, dan mentransmisikan video HD ke Bumi. Seiring berjalannya waktu, partisipan merasa kesulitan dengan batas peluncuran.

Google Lunar X-Prize
Desain Lunar Quattro yang dirancang produsen otomotif Audi

Dalam siaran pers yang dirilisnya, Google Lunar X-Prize mengulur waktu hingga 31 Maret 2018, atau tambahan 3 bulan bagi tim untuk bersiap. Di samping itu pihaknya juga menambah hadiah apabila tim mampu mengorbit Bulan 1 kali serta memberikan video bukti pendaratan. Hadiah tersebut bernilai Rp 63 miliar.

Pendanaan proyek bisa didapat lewat uang pribadi atau sumbangan organisasi mengingat misi yang dijalankan turut melibatkan penelitian sains untuk memperluas pemahaman manusia terhadap satu-satunya satelit alami Bumi tersebut. Salah satu tim, Moon Express bahkan menyiapkan modul untuk “menambang” material Bulan.

Google Lunar X-Prize juga menjadi ajang pembuktian bahwa perjalanan ke angkasa bisa dicapai tanpa bantuan dana dari pemerintah.