TIKAD Duke Robotics
Penyerangan bahkan bisa dilakukan tanpa melibatkan tentara di lapangan

Bagaimana jika sebuah drone multicopter kini tidak lagi sekedar membawa kamera, namun senjata api yang bisa dikontrol dari jarak jauh. Pendekatan inilah yang dilakukan startup asal Florida, Duke Robotics yang merilis drone militer bernama TIKAD.

Pada dasarnya TIKAD adalah drone biasa yang mendapat modifikasi khusus agar mampu membawa senjata yang biasanya digunakan tentara. Raziel Atuar sebagai pendiri Duke Robotics mengatakan drone ini mampu membawa berbagai jenis senjata dengan bobot maksimal 10 kilogram.

Sang pendiri perusahaan mengaku ide ini dimulai ketika ia tergabung dalam Special Mission Unit di Israel. Dirinya mengaku kesulitan melawan teroris yang menjadikan penduduk sipil sebagai tameng hidup. Dibanding meluncurkan misil yang amat destruktif, penggunaan drone diklaim dapat mengurangi potensi korban sipil.

TIKAD Duke Robotics
Berbagai senjata laras panjang dapat ditempatkan pada TIKAD

“Solusi utama yang anda punya adalah mengirim pasukan darat, tetapi ini juga membahayakan mereka, sering menyebabkan korban luka dan jiwa. Tapi kami berpikir bagaimana jika ada cara lebih baik?” tutur Atuar dalam sebuah wawancara.

Pengembangan TIKAD sendiri sudah dilakukan sejak 2015, sejak saat itu drone sudah mengalami peningkatan sistem seperti penyeimbang dan penahan efek tembakan. Kelebihan yang ditawarkan juga lebih baik, namun cukup berbahaya apabila jatuh di tangan yang salah.

Aplikasi drone untuk dunia militer bukanlah sesuatu yang baru. Drone bernama Snipe Nano Quadrotor dirancang untuk melacak posisi musuh dan membantu pasukan melakukan penyergapan yang ampuh.