Big Falcon Rocket
CEO SpaceX, mengatakan BFR mampu mengantar penumpang dengan kecepatan 27.000 kilometer per jam

SpaceX baru saja mengumumkan perkembangan terbaru terkait rencananya membuat kolonisasi di planet merah, Mars. Melalui International Astronautical Congress (IAC) di Adelaide, Australia, CEO & Founder SpaceX Elon Musk membagikan detil roker masa depannya yang diklaim sangat fleksibel untuk banyak misi.

Dijuluki Big Falcon Rocket (BFR), roket berdiameter 9 meter serta tinggi 106 meter ini mampu membawa kargo seberat 150 ton atau lima kali lebih kuat dari Falcon Heavy. Menariknya, Musk mengatakan BFR dapat digunakan untuk mengirim muatan dan awak ke ISS, melakukan misi di Bulan, serta tentu saja Mars.

Big Falcon Rocket
BFR akan menjadi roket serbaguna SpaceX untuk banyak keperluan

Tidak hanya perjalanan ke ruang angkasa, BFR mempunyai kemampuan untuk melakukan perjalanan Earth to Earth alias dari satu tempat ke tempat lain di Bumi dengan jarak yang sangat jauh.

Misalnya perjalanan dari Bangkok menuju Dubai hanya memakan waktu 27 menit. Lalu dari New York ke London selama 30 menit. Musk menyebut perjalanan kemanapun di seluruh dunia bisa dicapai tidak lebih dari satu jam. Hal ini berkat roket yang mencapai ketinggian sub-orbital dimana tidak ada gesekan udara yang menghambat laju wahana.

Big Falcon Rocket
Stasiun peluncuran dan pendaratan dibangun agak jauh dari pusat kota dengan alasan kenyamanan

Menurut SpaceX, BFR bisa mengantar sebanyak 100 penumpang dalam kecepatan 27.000 kilometer per jam. Peluncuran dan pendaratan dilakukan di sebuah stasiun di permukaan laut, tidak jauh dari kota. Terkait suara mesin yang berpotensi mengganggu publik, Musk mengklaim bahwa mesin roketnya akan sangat lembut.

Bagaimana dengan biaya untuk bisa menaiki kendaraan raksasa ini? Pihak SpaceX berusaha menekan harga tiket setidaknya setara dengan maskapai penerbangan saat ini. Berkat sistem full reusable, peluncuran BFR disebut-sebut lebih murah dari Falcon 1.

Big Falcon Rocket
BFR akan lebih murah ketimbang roket pertama SpaceX, Falcon 1

Musk tidak menjelaskan kapan sistem transportasi ini beroperasi, namun pengembangan awal akan dilakukan pada 2018. BFR dijadwalkan mengirim kargo ke Mars pada 2022 dan jika semuanya berjalan sesuai rencana maka pendaratan manusia pertama di planet merah ditargetkan pada 2024.

Cara pendaratan BFR agak mirip dengan Falcon 9. Video simulasinya dapat kamu tonton berikut ini: