Xiaoice
Salah satu AI buatan Microsoft yang sudah lebih dulu hadir

Awal bulan ini, Google menciptakan sensasi baru dengan merilis video yang memamerkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) Google Duplex. Sistem ini dibuat agar bisa membuat panggilan telepon secara natural dan terdengar seperti dilakukan manusia. Targetnya, pengguna bisa meminta AI untuk memesan sesuatu via telepon. Sama-sama mengembangkan AI, Microsoft juga punya senjata serupa.

Sementara Google Duplex masih dalam tahap demo dan baru akan dirilis beberapa waktu ke depan, ternyata Microsoft sudah lama memiliki AI yang dapat lakukan panggilan telepon. Sang CEO Satya Nadella mendemonstrasikan AI bernama Xiaoice pada sebuah ajang di London yang kemudian direkam oleh seorang wartawan.

Tidak seperti Duplex yang membuat panggilan telepon berdasarkan kepentingan pengguna, Xiaoice pada dasarnya adalah chat bot yang hadir di fitur pesan dan telepon. Pengguna dapat berkomunikasi dengan AI ketika sedang mencari teman bicara atau meminta bantuan tertentu.

Sekiranya sudah ada ribuan orang di China yang telah berkomunikasi dengan Xiaoice sebelum Google memperkenalkan teknologi terbarunya. Microsoft berencana membenamkan Xiaoice pada aplikasi terpopuler di Negeri Tirai Bambu tersebut, yaitu WeChat.

“Satu hal yang sudah kami mulai sejak awal tahun ini ialah membangun kemampuan percakapan lengkap. Dan sekarang Xiaoice dapat berkomunikasi dengan anda di WeChat lalu berhenti, dan melakukan panggilan telepon. Kemudian anda bisa berbicara dengannya lewat suara.” kata Nadella.

Meski Xiaoice hanya tersedia di China, Microsoft masih punya peluang besar untuk membawa layanannya ke seluruh dunia. Sebut saja asisten digital Cortana yang sudah menjadi fitur bawaan Windows 10.