SPLU PLN Mobil Listrik
PLN memastikan masyarakat bisa mengisi ulang kendaraan elektriknya dimana saja (credit: Bali Berkarya)

Keinginan untuk memiliki kendaraan elektrik bagi masyarakat Indonesia masih harus menemui masalah soal ketersediaan stasiun pengisian listrik. Misalnya saja produsen mobil listrik terkenal seperti Tesla belum memiliki Supercharger di Indonesia. Meski demikian, pemerintah ternyata sudah membangun titik pengisian sejak tahun lalu.

PLN sudah meluncurkan 563 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) sejak 4 Agustus 2016 lalu di Jakarta. Sedangkan di luar Ibu Kota, tersebar di sejumlah kota besar antara lain, Bandung, Riau, Bangka Belitung, Manado, Bali, Tangerang, Salatiga, Palu, Ketapang, dan beberapa kota lainnya.

SPLU PLN
Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Direktur Utama PLN Sofyan Basir (credit: BUMN)

Dilansir dari Merdeka.com, General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir untuk memiliki kendaraan listrik sebab sudah ada ribuan SPLU di Indonesia.

“Jadi kita tekankan juga, enggak perlu khawatir enggak ada SPLU. Tahun ini di Indonesia sudah ada 1.000, di Jakarta 700.” ujarnya saat pameran motor listrik PLN di Kota Tua, Jakarta.

SPLU PLN Indonesia
Jumlah SPLU akan terus ditambah (credit: IDN Times)

Menurut situs resmi SPLU PLN, fasilitas ini juga dapat digunakan oleh pedagang kaki lima, outdoor events, dan kegiatan konstruksi bangunan. Lewat SPLU, pemerintah menyiapkan era kendaraan listrik yang ramah lingkungan untuk Indonesia sebab pada 2040 kendaraan BBM akan sepenuhnya dilarang.

Ikhsan menambahkan perjalanan sejauh 70 km hanya butuh Rp 5.000 untuk kendaraan elektrik sementara kendaraan BBM menghabiskan sekitar Rp 20.000. “Kita akan terus bangun infrastruktur nya supaya bisa ngecas dimana saja,” tandasnya.

Kamu bisa menemukan lokasi SPLU melalui layanan Google Maps dengan kata kunci “SPLU PLN”.