Eco Marine Power EnergySail
Panel surya bernama EnergySail mampu menyerap energi matahari dan angin

Selain kendaraan darat, armada maritim juga berkontribusi menambah zat polutan di lingakungan. James Robert, profesor dari University of Delaware mengatakan 15 kapal kargo besar memproduksi emisi gas buang yang sama dengan ratusan juta mobil di jalan.

Perusahaan asal Jepang, Eco Marine Power (EMP) bersiap memasang instalasi panel surya pada kapal kargo tahun depan. Konsep yang diberi nama EnergySail tersebut terdiri dari panel surya fleksibel yang berdiri atas topangan tiang. Berbeda dari versi sebelumnya, EMP mengatakan panel surya ini dapat memanfaatkan energi matahari dan angin sekaligus.

Eco Marine Power EnergySail
Panel surya menyelimuti sebagian besar bagian atas kapal

Apabila kondisi cuaca buruk semisal angin kencang, EnergySail dapat diturunkan dan melipat. Perusahaan menyebut panel surya tetap bisa bekerja meski sedang merunduk.

Sejumlah EnergySail ditanam di geladak kapal, tiang-tiang tersebut dapat berputar menyesuaikan arah cahaya matahari. Selain itu panel surya fleksibel dipasang di jendela ruang bongkar muat kontainer. Energi listrik yang didapatkan kemudian disimpan di dalam baterai untuk dikonsumsi selama pengoperasian.

Eco Marine Power EnergySail
Kapal yang akan digunakan dalam uji coba ini

EMP mengklaim sistem ini akan mengurangi jumlah polusi udara dan menghemat bahan bakar yang artinya memotong biaya pengiriman barang. Saat ini perusahaan sedang melakukan studi bersama dengan Hisafuku Kisen K.K. untuk memperkirakan seberapa banyak panel surya yang dibutuhkan untuk setiap armadanya.

Percobaan pertama akan dilakukan tahun 2018 mendatang dengan durasi selama 12-18 bulan menggunakan kapal kargo M/V Belgrano. Kapal elektrik sebelumnya juga direncanakan oleh Yara Birkeland dan akan memulai pengujian di tahun yang sama.