AR Blade
Layar transparan muncul di depan mata pengguna (credit: The Verge)

Sementara proyek Google Glass ditinggal begitu saja, hal ini menyisakan kesempatan bagi perusahaan lain untuk menghadirkan konsep sejenis dengan peningkatan baru. Sebut saja startup yang bermarkas di New York, Vuzix memamerkan kecanggihan kacamata augmented reality (AR) berjuluk Blade.

Sama seperti Google Glass, Blade menampilkan program visual di hadapan mata pemakainya. Namun pihak pengembang berhasil menyingkirkan kaca prisma dan cukup menggunakan lensa kacamata sebagai target proyeksi.

Blade dilengkapi kamera 8MP, touchpad, Quad Core ARM CPU, Cobra Display Engine, slot microSD, mikrofon, baterai internal, dan sistem operasi Android. Perangkat ini terhubung melalui Bluetooth atau WiFi ke smartphone untuk menampilkan notifikasi.

Vuzix Blade AR
Desain Blade cukup minimalis dan stylish

Kontrol aplikasi bisa melalui perintah suara dan sentuhan pada touchpad. Pihak Vuzix mengatakan sedang mendesain kontrol gestur sehingga kamu bisa berinteraksi seperti menyentuh menu yang dilihat. Pada dasarnya, Blade membawa fungsi fundamental smartphone dalam wujud kacamata.

Fitur Blade tidak jauh beda dengan Smartglasses ODG yang diperkenalkan tahun lalu. Hanya saja, Blade tampak lebih ramping dan ringan sehingga saat dipakai seolah sedang menggunakan kacamata hitam biasa. Dengan berat hanya berkisar 80 gram, kacamata pintar ini terasa nyaman dan tidak menyiksa telinga saat dikenakan.

Vuzix Blade tidak lagi dalam tahap prototipe, melainkan sudah produk final dan siap rilis pada kuartal pertama tahun ini. Rencananya satu unit kacamata dibanderol $1000 atau Rp 13,3 juta. Perusahaan berharap nantinya harga bisa turun lebih dari separuh pada generasi selanjutnya.

Video demonstrasi Vuzix Blade bisa kamu lihat berikut ini: