WHO telah menemukan titik terang dalam pengembangan vaksin Rvsv-zebov, yang mendapatkan hasil 100% untuk perlindungan terhadap virus ebola.

Asisten Dirjen WHO Segmen HSI (Health System and Inovation) mengemukakan meskipun penemuan vaksin terlambat, tetapi penemuan ini bisa menjadi tindakan preventif.

Pengembangan_Vaksin_Ebola
Pengembangan Vaksin Ebola

Ebola telah mewabah secara sporadik pada 1970, tetapi para ahli kesulitan dalam mengembangkan vaksin. Namun, pada tahun 2013, virus ini kembali dengan menjangkit 28,000 orang dan memakan 19.000 korban jiwa.

Pada Maret 2015, peneliti mulai melakukan vaksinasi. Setiap kali virus Ebola terekam, para peneliti melakukan penulusuran rekam jejak pada penderita selama tiga minggu. Hal ini serupa dengan cara pemusnahan virus cacar pada tahun 1970.

Uji_Coba_Vaksin_Ebola
Uji Coba Vaksin Ebola

Secara keseluruhan penelitian dilakukan terhadap 12.000 sampel, 5.800 diantaranya diberikan vaksin. Sampel yang mendapat vaksin merasakan sakit kepala dan rasa lelah,tetapi tidak ada laporan infeksi ebola. Sebaliknya, 23 laporan virus Ebola muncul dari mereka yang tidak mendapatkan vaksin.

Penelitian tersebut membuktikan metode vaksinasi cincin dapat mengurangi resiko infeksi ebola terhadap mereka yang tidak divaksinasi.

vaksinasi_virus_ebola
Vaksinasi Virus Ebola

Penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan keamanan vaksinasi pada anak – anak. Untuk sementara telah dilakukan pengadaan sebanyak 300.000 dosis vaksin yang tersedia guna tindakan pertama jika virus ini kembali mewabah.

sumber : World Health Organization