Russia 2018
Brazil diprediksi akan menjadi juara (credit: Wallpaper Cave dengan perubahan)

Dalam sepuluh tahun terakhir, berkat meningkatnya performa prosesor, fungsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai sering dieksploitasi. Seperti membuat trailer film, menjawab panggilan telepon, bahkan mengedit video. Namun penggunaannya juga dibuat untuk meramaikan perhelatan yang sedang berlangsung saat ini, Piala Dunia 2018 di Rusia.

Perusahaan finansial Goldman Sachs merilis prediksi terbaru terkait nama negara yang berpeluang besar mengangkat trofi paling bergengsi di ajang sepakbola tersebut. Mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk memperhitungkan banyak aspek yang kemudian dikonversi dengan performa tim nantinya.

Pihaknya memasukkan data karakteristik tim, performa dalam beberapa pertandingan terakhir, dan data pemain yang kemudian dibuat dalam model machine learning dimana keseluruhan informasi digital tersebut dibandingkan dengan pertandingan Piala Dunia dan Piala Eropa sejak 2005.

Goldman Sachs menjalani satu juta simulasi pertandingan dengan variasi berbeda dan menyimpulkan bahwa Brazil akan memenangkan Piala Dunia 2018. Uniknya, lawan Tim Samba adalah Jerman, negara yang sempat mempermalukan mereka 1:7 di kandang sendiri saat Piala Dunia 2014 di Brazil.

Mekanisme prediksi saat ini lebih canggih dari cara yang dipakai pada Piala Dunia sebelumnya dimana perusahaan menyebut Perancis, Brazil, Portugal, dan Jerman akan masuk ke tahap semifinal.

“Kami mengambil stokastik natural dari turnamen dengan hati-hati menggunakan metode statistika tercanggih dan mempertimbangkan banyak informasi dalam prosesnya,” kata perwakilan Goldman Sachs seperti dikutip Sefsed dari Business Insider.

Sayangnya, perusahaan tidak menjamin bahwa prediksinya akan akurat. Memprediksi hasil akhir pertandingan sepakbola adalah hal yang tersulit. Tidak ada yang tahu apa saja momen penting yang akan terjadi sepanjang 90 menit di lapangan.

“Namun perkiraan ini tetaplah tidak pasti bahkan dengan teknik statistika terbaik, ini karena sepakbola adalah permainan cukup sulit diprediksi. Ini tentu saja menjadi alasan mengapa Piala Dunia selalu menarik untuk ditonton.” lanjutnya.

Selain Goldman Sachs, perusahaan yang merilis video game sepakbola FIFA, Electronic Arts (EA) justru menyebut Perancis sebagai juara. Sebelumnya perusahaan ini juga berhasil memprediksi kemenangan Jerman pada Piala Dunia Brazil 2014.

Lantas, terkait siapa tim yang akan angkat piala nantinya, hanya waktu yang akan menjawab.