Ketika langit malam hanya dihiasi bintang-bintang yang tampak berkedip, sebuah cahaya kecil dalam jumlah yang banyak bergerak menari mengikuti alunan simfoni. Kejadian ini terjadi dekat landasan pacu Hamburg, Jerman.Fenomena ini sebenarnya adalah atraksi Drone 100 yang diprakarsai oleh Intel. Sesuai namanya, ada 100 drone yang terbang bersama-sama saat itu. Intel mengajak para seniman dan peneliti teknologi untuk berkolaborasi menciptakan tontonan menarik dengan media teknologi drone.

Ide ini muncul ketika Brian Krzanich selaku CEO pemasaran meminta Anil Nanduri untuk menciptakan keajaiban baru dalam dunia pesawat tanpa awak. Akhirnya 100 drone yang telah dimodifikasi lampu LED diluncurkan sekaligus.

Indahnya "Tarian" Ratusan Drone di Langit Malam

Pertunjukan tersebut menuai banyak pujian dari penontonnya, termasuk mereka yang menontonnya melalui video rekaman. Tentu saja dalam mekanismenya, Intel tidak melupakan komputer sebagai elemen yang esensial.

Terdapat 4 pilot yang masing-masing mengendalikan 25 drone. Sebelumnya, insinyur Intel membuat program khusus yang memungkinkan drone terbang dengan jalur khusus, menghidupkan atau mematikan lampu, bergerak ke arah yang telah ditentukan, dan mengalun sesuai ritme musik yang dikumandangkan.

Koreografi diatur dalam format 3 dimensi. “Kami mengembangkan sendiri software dasar-kontrol kami,” kata Futurelab Andreas Jalsovec. Belia juga mengatakan bahwa teknologi ini perlu didukung komputasi yang kuat.

Indahnya "Tarian" Ratusan Drone di Langit Malam

Sebelumnya, Intel memang dikabarkan sedang mengembangkan teknologi drone yang inovatif. Terbukti kucuran dana dari Intel sebesar $60 juta diberikan kepada salah satu perusahaan yang memproduksi drone asal Tiongkok, Yuneec.

Berkat pertunjukan ini sekaligus membuktikan keseriusan Intel dalam pengembangan pesawat tanpa awak bukan isapan jempol belaka.

Tidak menutup kemungkinan Intel akan memberikan kejutan lainnya yang tidak pernah terbayangkan.