Listrik dari Air Mata
Karena berasal dari unsur biologis, produksi listrik tidak beracun (Credit: Reinaldo Carelli/BsnSCB - dengan modifikasi)

Tim peneliti dari Bernal Institute, University of Limerick di Irlandia menemukan cara memproduksi energi listrik dari air mata yang dicampur dengan protein dari telur. Dalam paparannya, peneliti menyebut kristal lysozyme yang ditemukan pada air mata, air liur, dan susu mamalia dapat menghasilkan listrik apabila mengalami tekanan.

Kemampuan memproduksi listrik dengan tekanan disebut piezoelectricity. Teknologi ini sudah dipakai pada sonar di kapal untuk mendeteksi objek di kedalaman, hingga fungsi vibrator pada telepon genggam.

“Sementara piezoelectricity sudah banyak dipakai, kapasitas untuk menghasilkan listrik dari protein belum dieksplorasi.” jelas Aimee Stapleton, salah satu peneliti yang terlibat. Karena berasal dari unsur biologis, maka tidak beracun sehingga sangat terbuka peluang untuk mengaplikasikannya pada dunia medis.

Aimee Stapleton
Aimee Stapleton sedang mempelajari efek piezoelectric

“Ini tidak beracun, sehingga bisa memiliki banyak aplikasi inovatif seperti penangkal mikroba elektroaktif untuk implan medis”.

Ke depannya penelitian ini akan membantu pengembangan perangkat elektronik berbasis biologis yang bisa dipasang pada tubuh pasien. Menurut tim yang menangani proyek ini, kristal lysozyme juga dapat mengontrol kandungan obat-obatan dan narkoba dalam tubuh bahkan mengeluarkannya.