Drone Cinematography
Ilmuwan MIT kembangkan sistem dimana drone dapat berperan sebagai operator kamera secara mandiri

Menggunakan drone untuk mengambil gambar udara, khususnya untuk film biasanya membutuhkan lebih dari satu orang. Satu sebagai pilot, sementara yang lain bertugas sebagai operator kamera.

Tim ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan ETH Zurich membuka peluang agar drone mampu bekerja mandiri, bahkan mengambil gambar dari ruang tertutup secara konstan. Drone dapat diperintahkan menjaga frame tetap pada target yang diinginkan, juga dari sudut pandang tertentu.

Sistem dikendalikan secara nirkabel lewat komputer, operator hanya perlu memilih target yang ingin direkam, sudut pandang, dan ketinggian. Selebihnya, drone sudah dipersenjatai sensor khusus untuk mengenali lingkungan. Misal ketika aktor berbalik badan, maka drone segera pindah ke depan demi memastikan wajah tetap berada dalam frame.

Drone Cinematography
Apa yang terjadi jika target bergerak lebih cepat? Drone juga akan mempercepat

Saat aktor berjalan dan kemudian berlari, drone akan mempercepat lajunya sambil tetap menjaga jarak. Perlu diketahui sistem ini dapat memprediksi pergerakan objek 50 kali per detik. Ada pula sensor obstacle avoidance seperti pada DJI Phantom 4 dan Mavic, namun tim peneliti sedikit melakukan upgrade disini.

Drone tidak hanya mencegah potensi tabrakan dengan benda sekitar, namun juga membaca perubahan posisi objek. Saat aktor mendekat, drone akan mundur. Bagaimana jika ada dua aktor dari belakang dan depan yang mendekat? Tentu drone pindah ke samping.

Ide ini akan sangat membantu dalam dunia perfilman, terutama dalam skenario yang tidak memungkinkan manusia sebagai operator kamera. Juga bisa diintegerasikan dengan teknologi virtual camera yang pernah dipakai dalam film Avatar, Star Wars, dan Iron Man.

Tim yang dipimpin oleh Profesor Daniela Rus ini akan mempresentasikan konsepnya di Konferensi Robot dan Otomatisasi Internasional. Berikut video demonstrasinya: