GTX 1080 Mining
Jajaran GTX 1080 dalam komputer mining (credit: Team Green/Youtube)

Kartu grafis atau umum disebut VGA belakangan diserbu secara borongan. Rata-rata dibeli lebih dari 5 unit, namun bukan untuk memaksimalkan performa PC saat bermain video game, melainkan menambang (mining) cryptocurrency seperti Bitcoin.

Fenomena ini tidak terlepas dari adanya fluktuasi kenaikan nilai mata uang digital Bitcoin cs yang melonjak puluhan kali lipat. Sebagian orang yang kebetulan memiliki modal pun tidak ragu membeli VGA kelas gaming untuk keperluan investasinya. Sayangnya, sang produsen VGA tidak begitu senang dengan target pasar yang di luar ekspektasi ini.

Seperti yang dilaporkan HotHardware beberapa hari lalu, Nvidia selaku produsen kartu grafis terkenal meminta toko-toko yang menjual hardware komputer untuk mulai menjadikan gamer sebagai prioritas utama.

Di beberapa retail online dulunya menawar GTX 1080 seharga Rp 7 jutaan. Tetapi, saat ini harganya melambung tak masuk akal hingga Rp 13 jutaan atau hampir dua kali lipat dari patokan yang sebenarnya.

Untuk pemilik PC yang ingin melakukan upgrade hardware pun harus berpikir ulang sebelum menerima tawaran ini.

Nvidia meminta toko untuk hanya menjual maksimal 2 unit VGA per pembeli. Pihaknya juga memprioritaskan gamer ketimbang miner alias penambang cryptocurrency. Sayangnya, ini hanya sekedar permintaan, bukan regulasi resmi yang wajib dipatuhi.

Sampai detik ini pengguna PC dihadapkan pada dua pilihan: membeli dengan harga mahal atau menunggu sampai demam Bitcoin mereda dan harga berangsur normal.

Penurunan ekstrim nilai Bitcoin beberapa minggu lalu bisa jadi sinyal positif untuk harga VGA. Di sisi lain, investor profesional juga menyarankan tidak berinvestasi pada mata uang digital yang mana hal ini setidaknya bisa mereduksi euforia cryptocurrency dan memberi kesempatan bagi gamer untuk memiliki VGA idaman.