Tesla Roadster Gen 1 Red
Inilah muatan roket Falcon Heavy yang akan menuju Mars bulan depan (credit: Wikimedia)

Ambisi Elon Musk untuk menyediakan transportasi ke Mars membuatnya harus mendirikan perusahaan antariksa yang kini dikenal dengan nama SpaceX. Kabar peluncuran Falcon Heavy semakin ramai diperbincangkan mendekati jadwal peluncurannya bulan depan jika tidak ada penundaan lagi.

Musk melalui akun Twitter pribadinya mengatakan muatan Falcon Heavy nantinya adalah supercar Tesla Roadster yang memutar lagu Space Oddity. Mobil tersebut direncanakan mengorbit Mars selama milyaran tahun selama tidak menabrak Planet Merah itu.

Elon Musk Tesla Roadster Falcon Heavy

Tweet tersebut mendapat cukup banyak respon dari pengguna internet. Musk menjawab sejumlah respon yang seolah meyakinkan bahwa Tesla Roadster akan dikirim ke Mars. Namun bukan Roadster Generasi 2, melainkan generasi pertama yang diproduksi antara 2008 hingga 2012.

Mendaratkan tiga booster tentu bukan perkara mudah bagi SpaceX. Musk sempat mengatakan mungkin peluncuran perdana Falcon Heavy tidak akan membawa muatan. Maka ada kemungkinan supercar elektrik itu hancur berkeping-keping saat meninggalkan atmosfer Bumi.

Falcon Heavy dijadwalkan meluncur Januari 2018 di titik peluncuran yang sama dengan misi Apollo 11, Cape Canaveral. Diklaim akan memiliki daya angkat dua kali lebih besar dari roket besar SpaceX selanjutnya.

Lantas apa maksud Musk memilih muatan yang tidak biasa ini?

Kemungkinan besar ini merupakan simbol bahwa baterai mobil listrik Tesla menjamin jarak tempuh tak terbatas, tentu karena Roadster akan tetap mengorbit disana selama milyaran tahun. Sekaligus membuktikan bahwa SpaceX sanggup membawa berbagai kebutuhan manusia untuk tinggal disana.

Tidak heran jika Musk bisa melakukan hal itu, mengingat SpaceX dan Tesla adalah perusahaan yang dimilikinya.