Gravity Light
Tanpa baterai atau aliran listrik, lampu ini manfaatkan gravitasi

Setiap benda yang bermassa, pasti memiliki gravitasi. Dan Bumi termasuk planet batu dengan gaya gravitasi yang cukup besar untuk memastikan penghuninya terlempar ke luar angkasa. Menariknya, gaya gravitasi telah dimanfaatkan untuk keperluan manusia hingga memproduksi energi.

Adalah GravityLight, sebuah lampu yang dirancang untuk memanfaatkan gaya gravitasi untuk dikonversi menjadi listrik dan dapat dipakai untuk menyalakan lampu.

Penemuan ini secara khusus ditujukan untuk masyarakat wilayah terpencil yang kesulitan akses listrik. Selain itu, GravityLight Foundation selaku yayasan di baliknya ingin mengurangi penggunaan lampu minyak tanah. Lampu tradisional ini berbahaya bagi sistem pernapasan karena mengeluarkan asap beracun.

Lalu bagaimana cara kerja GravityLight itu sendiri?

Gravity Light
Struktur internal lampu

Di dalam lampu tersebut terdapat komponen yang dapat mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Beban seberat 12 kilogram digantung dengan tali, proses penurunan beban tersebut memutar motor listrik dan bisa menyalakan lampu selama 20 menit. Setelah beban mencapai titik terbawah, kamu bisa mengangkatnya kembali dengan katrol sederhana. Sistem ini hanya membutuhkan daya 1/10 watt untuk menyalakan LED.

GravityLight Foundation menggandeng beberapa lembaga filantropis untuk membagikan lampu ini ke beberapa desa di Kenya. Meski begitu, mereka juga menjualnya untuk masyarakat umum seharga $80 atau Rp 1 juta.

Karena sifatnya yang sementara, lampu GravityLight akan lebih cocok sebagai penggunaan darurat ketimbang untuk menerangi aktivitas sehari-hari.

Berikut video GravityLight: